Beberapa hari yang lalu aku mendapat sebuah email dari teman..yang isinya tentang bagaimana mencari seorang istri dan seorang suami. Sebagian petikan dari email tersebut adalah sebagai berikut:
Bagi yang bujang
sesuatu i’tibar
Bagi yang belum / bakal berkeluarga
suatu pelajaran
Bagi yang berkeluarga
perlu mengajar
Wahai SUAMI..
renungkanlah
Pernikahan atau perkawinan menyingkap tabir rahasia
Istri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setaqwa Aisyah
Tidaklah setabah Fatimah
Justru,
Istrimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah..
Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama
.
Pernikahan atau perkawinan menginsafkan kita,
perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan redho ALLAH SWT
karena
Memiliki istri yang tak sehebat mana
Justru
Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Rasulullah s.a.w
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah
Cuma
Suami akhir zaman yang berusaha menjadi SOLEH..
Amin..
Wahai ISTRI pula.
renungkanlah
Pernikahan atau perkawinan membuka tabir rahasia
Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad s.a.w.
Tidaklah setaqwa Ibrahim
Tidak setabah Ayyub
Tidak segagah Musa
Apalagi setampan Yusuf
Justru
Suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punyacita-cita
membangun keturunan yang soleh.
Pernikahan ataupun perkawinan mengajarkan kita
perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan redho ALLAH SWT
karena
Memilik suami yang tak segagah mana..
Justru
Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga
Bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi SOLEHAH
Amin.
“TERCIPTANYA KITA BUKAN TANPA TUJUAN, PASTI ADA BALASAN DI AKHIR SEMUA INI”
“HIDUP TIDAK MEMBERIKAN KESEMPATAN YANG KEDUA KALI, MAKA JADIKAN DUNIA INI
UKIRAN AMAL YANG TIDAK TERNILAI “
Setelah aku membacanya, aku tertarik sekali dengan isi dalam petikan tulisan tersebut. Bahkan aku sempat merenung dan selalu memikirkan setiap rangkaian kata yung tertulis di dalamnya..
Aku mulai menyadari bahwa, setiap manusia tidak ada yang sempurna, bahkan tidak ada yang melebihi kesempurnaan-Nya, walaupun manusia itu sangat sempurna dimata kita..Aku menyadari bahwa apapun yang kita miliki dan apapun yang terjadi pada kita , janganlah kita keluhkan. Karena semua adalah kehendak-Nya. Tetapi sempat pula aku bertanya-tanya, Mengapa ada orang yang begitu sempurna, sesempurna nabi maupun istri-istri nabi yang telah disebutkan diatas, baik itu wanita maupun laki-laki?
Pernah aku menjumpai seseorang yang ada di sekelilingku, dia seorang wanita yang begitu sempurna. Tutur katanya sopan, bahasanya baik, halus dan lemah lembut, perawakannya cantik dan enak dipandang, pintar dan cerdas , banyak teman, rajin, terbuka pada setiap orang dan selalu tersenyum bahkan kaya.Sampai-sampai banyak orang yang menyukainya..
Bukannya aku iri, tetapi aku sangat kagum pada wanita itu. Aku hanya bertanya dalam hati, Mengapa ada orang yang begitu sempurna di dunia ini? Sepertinya tidak ada kelemahan/kekurangan setitik pun dalam dirinya. Sedangkan disekelilingku yang lain masih banyak orang yang tidak sempurna termasuk juga diriku. Kadang ada pikiran aneh dalam benakku, Mengapa wanita yang sempurna itu bukan aku?hahhaha.sungguh konyol.
Tapi aku punya keyakinan, kalau diri kita baikInsyaallah Allah akan memberikan yang baik pula bagi kita.Tak peduli kita banyak kekurangan ataupun kelebihan. Mungkin ada hikmah dibalik itu semua. Semoga apa yang ada di dalam diri kita adalah yang terbaik untuk kita. Amin3x.