CINTA ITU NANO-NANO BERLAPISKAN KETULUSAN DAN PENGHARGAAN
Posted in beautiful diary with tags CINTA, kontes, bbcblogdetik on 22 Februari 2012 by funnieCinta tidak hanya dirasakan oleh manusia, tapi cinta juga bisa dirasakan oleh hewan maupun tumbuhan. Karena semua ciptaan Tuhan itu diciptakan oleh Sang Maha Pencipta dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang. Maka dari itu, cinta itu sangat universal. Tapi dalam pembicaraan kali ini, saya hanya akan membahas perasaan cinta antara sepasang manusia yang berbeda kelamin yaitu laki-laki dan wanita.
Berbicara tentang cinta dua anak manusia adalah suatu hal yang sangat indah dan menarik untuk dibahas. Karena cinta adalah perasaan yang timbul dari lubuk hati yang terdalam. Bahkan menembus relung-relung jiwa yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah cinta begitu sulit untuk mengungkapkannya.
Bila kita berbicara bagaimana rasanya cinta, banyak sekali yang bisa diungkapkan. Banyak yang mengatakan rasanya cinta itu seperti nano-nano, ibarat ada rasa pahit, asam, asin dan manis. Dalam cinta terkadang ada kebahagiaan yang dirasa, terkadang ada kesedihan, kemarahan, kebosanan, kebencian, kebersamaan, kekompakan, pertengkaran dan lainnya. Dalam sebuah hubungan yang dilandaskan cinta, pasti hal tersebut selalu terjadi. Namun tidak hanya itu saja yang dirasakan dalam cinta. Karena yang utama dalam cinta adalah rasa tulus dan menghargai pasangan yang kita cintai.
Dari rasa tulus itu kita benar- benar bisa menerima kondisi pasangan kita apa adanya, baik kelemahan maupun kelebihan yang dimiliki pasangan. Karena rasa tulus itu nantinya akan abadi, tak memerlukan balasan yang lebih. Bila kita benar-benar tulus mencintai seseorang, kita akan rela berbuat apa saja untuk orang tersebut, rela berkorban untuk melakukan yang terbaik bagi orang yang dicintainya. Rasa tulus muncul dari dalam hati, secantik/seganteng maupun sejelek apapun orang yang kita cintai, dengan rasa tulus, hal tersebut tak lagi menjadi prioritas utama. Begitu juga sekaya maupun semiskin apapun. Itulah cinta, sebuah rasa ketulusan yang dirasakan tanpa ada suatu ukuran/takaran yang pasti.
Rasa tulus dapat dicontohkan, misalnya bila kita mencintai seseorang, maka dikala sakit, kita berupaya membuatnya tersenyum dan selalu berdoa untuk kesembuhannya, bahkan selalu ingin ada di sampingnya, menemaninya sampai benar- benar sembuh, rela begadang dan tidak tidur untuk menjaga kondisinya apakah baik-baik saja atau tidak. Dikala senang, kita akan selalu membuatnya tertawa, merasakan kesenangan yang dirasakannya bersama-sama. Dikala terjadi pertengkaran atau bahkan kebencian, kita dengan tulus berusaha untuk menenangkan dan mengalah terhadap pasangan. Membuatnya tersenyum kepada kita lagi dengan berbagai hal yang bisa membuatnya luluh dari kemarahan.
Selain rasa tulus yang terdalam, cinta itu rasanya seperti sebuah penghargaan. Rasa untuk dihargai dan menghargai bagaimana kondisi pasangan masing-masing. Dengan hal tersebut, kita benar- benar memahami bagaimana kita mencintai dan dicintai. Ada rasa dihargai, bahwa kita sebagai pasangan yang benar-benar mendapatkan tempat dihati pasangannya, yaitu tempat yang special dan teristimewa dihatinya. Kita juga mendapatkan penghargaan dari apa yang telah kita lakukan untuk pasangan kita. Penghargaan tersebut pun tak dapat dinilai dengan mata uang, namun hanya dinilai dengan sebuah perhatian dan pemahaman dari masing-masing pasangan.
Rasa menghargai yang kita rasakan, misalnya bila pasangan kita hanya memiliki pekerjaan dengan gaji yang tidak terlalu tinggi, kita akan menghargai apa yang dia punya, dengan tidak ada keluhan-keluhan atau komentar-komentar yang tidak enak didengar. Berarti kita menghargai apa dan bagaimana kondisi dia saat ini bila bersama dengan kita. Kita menerima dengan sepenuh hati, apa yang dimiliki atau bahkan tidak dimiliki oleh pasangan kita. Dengan begitu kita bisa saling memahami satu sama lain.
Maka dari itu cinta itu berjuta rasanya. Terkadang indah dan terkadang buruk. Semua itu berjalan seiring dengan waktu dimana kita saling memahami satu sama lain. Namun dengan cinta yang dipenuhi rasa tulus dan penghargaan, cinta yang berjuta rasanya itu akan berjalan dengan lurus walaupun banyak sekali hal-hal baik manis maupun pahit, asin dan asam dalam perjalanan cinta yang dirasakannya. Itulah nano-nano cinta berlapiskan ketulusan dan juga rasa dihargai/menghargai.





