Kata dalam Pena

  • Poetry /
    10 Dec 2011

    Kau Tak Kan Tahu

    Sulit untuk melupakan dirimu yang sudah terpatri di hatiku. Sudah kucoba dan kucoba. Tapi aku tak bisa. Meskipun diri ini mencoba menjauh. Mencoba melupakan. Tapi mengapa dirimu slalu hadir di setiap detik nafasku. Aku tahu aku hanya bisa mengharapkan bulan untuk kupeluk. Aku hanya mengharapkan bintang untuk bisa kuraih dan aku hanya bisa mengharapkan langit untuk bisa kugapai. Harapan hanyalah harapan. Dan tak mungkin smua itu bisa kurengkuh. Meskipun dirimu bagaikan bintang yang kutunjuk untuk menyinari relung jiwaku yang suram. Meskipun dirimu bagaikan bulan yang kupanggil untuk menemani di setiap kesendirian malamku. Meskipun dirimu adalah langit luas yang kutunjuk sebagai hamparan hatiku yang tercerai berai. Tapi engkau bukanlah mereka. Engkau tak pernah menghiraukannya. Engkau ta
  • Poetry /
    15 Oct 2011

    Riak Rindu

    Pagi yang membahana jiwa. Menelusuri celah-celah nadi yang bergerak lembut. Menikmati senyuman mentari yang tak pernah redam. Kulihat terangnya yang menyejukkan dan menentramkan. Kulebur satu-satu setiap riak rindu yang terpendam. Sambil kutatap wajahmu di sana. Walaupun terhalang tabir yang gelap. Walaupun terpisah jarak yang berliku. Aku tahu kau juga sedang menatapku disana. Aku tahu hati kita terbelah. Hanya saja masih ada ruang-ruang kosong tak berisi. Pagi ini mentari masih tersenyum padaku. Apakah ia juga tersenyum padamu. Pastikan senyumnya menyatukan riak-riak rindu kita…
  • Poetry /
    10 Jun 2011

    Pelabuhan dalam Jiwa

    Terik pagi menggodaku, Beranjak menuju pelabuhan jiwamu yang kosong, Kududuk terdiam menatap biru langit, Ditemani kicauan burung di langit peraduannya, Seuntai senyum yang kau berikan pagi ini, Meleburkan resahku yang sedang menggelisah, Semilir angin pun berhembus mengaliri jiwaku, Menepiskan setiap keresahan yang teruntai membeku, Meskipun keramaian sedikit mengusik kebisuanku, Tetapi lantunan suaramu yang merdu, Mampu memberikan keteduhan hingga menetesi hatiku, Meskipun kebisuanku kian terpatri, Kubiarkan kau tahu bahwa asaku untukmu, Mengharapkan pelabuhan jiwamu terhampar luas di depanku,
  • Poetry /
    27 May 2011

    Cahaya Jiwa

    Buka-buka file lama, ternyata aku menemukan sebuah puisi yang aku ikutkan lomba di www.kabarindonesia.com tahun 2010 kemaren. Setelah aku baca lagi, aku jadi terharu nih. (lebay deh). Puisiku melow sekali. Aku jadi teringat untuk siapa aku buat puisi ini dulu. Sebenarnya bukan untuk siapa sih, hanya saja muncul ide begitu saja, sehingga mucullah kata-kata yang sok puitis ini. entah puitis atau tidak, dibaca saja sudah cukup bagiku. Tapi sayang, aku tidak menang lombanya. tapi tidak apa-apa lah, yang penting sudah mengeluarkan curhatan yang ingin ditumpahkan. hehehe. Inilah puisi yang aku buat waktu ini. Di blog ini juga banyak puisi-puisi lain yang bisa kalian baca. Cahaya Jiwa ***Teruntuk seseorang yang kukagumi Kulihat semburat cahaya disana Kilaunya menyentuh wajahku Kulihat wajah
  • Poetry /
    7 Apr 2011

    Kuuntai Cinta Untukmu

    Di ujung jejak kebersamaan yang kita lalui. Tak terbatas ruang dan waktu Terselimut kalbu yang kian menggebu Terjuntai sebuah rasa tersembunyi Itulah hati , sebuah cinta Itulah hati, sebuah rasa Itulah hati, sebuah kasih Tak berawal, namun berpadu beriring Terangkai dalam dinding jiwa Tersembunyi dalam relung asa Diam-diam kutancapkan sebongkah hatiku padamu. Diam-diam kutaburkan seputih cintaku padamu Diam-diam kulukis wajahmu di kanvas jantungku Diam-diam kumelodikan suaramu di piano hatiku Lalu kurangkaikan seuntai kata manis untukmu, CINTA Itulah kegilaanku Gila karenamu Tahukah kau itu Kini… Sakit kurasa… Melihat kau berikan hatimu untuknya Perih kurasa… Mendengar ucap asmaramu dengannya Tersiksa kurasa… Melihat kebersamaanmu dengannya
  • Poetry /
    5 Mar 2011

    Pesan Kerinduan

    Pesan Kerinduan, Sumber gambar: kupu-kupumerahmuda.blogspot.com Mendung tak lagi berawan Rintik hujan menerobos batas waktu Hanya kekelaman yang datang mendera Menanti sesosok yang tak terungkap Dalam penantian yang tak berjangka Sepi menyelimuti diri dalam diam Kemana sapa dan tanya darimu disana Wahai sosok tak terungkap Kemana nasihat dan ucap bermakna darimu disana Wahai sosok yang tak terduga Haruskah kusapa seukir namamu Hanya demi menghempaskan kesepian yang mendera ini Haruskah kutegur seucap kata Hanya demi mendengar alunan merdu suaramu Kekosongan Kesepian Luruh Lalu terhampar dan melebur Hingga tak terbatas akhirnya Hanya satu pesan yang terangkai Kuberikan setetes air di hatimu Seperti hujan menetesi setiap sudut bumi
  • Poetry /
    3 Mar 2011

    Kutanya Pagi

    Ku bertanya pada pagi… Kemana sinarmu yang cerah itu Kemana kemilaumu yang indah itu Dan kemana terikmu yang panas itu Kutanyakan pada pagi Datanglah di sisi hatiku yang sepi Terangilah kalbuku yang menepi Hiasilah hariku agar berseri Lalu kutanya lagi pada pagi Kemanakah kau pagi ini Tidakkah kau rindu hari ini Dan aku rindu sinarmu kembali Oh..pagi..kemanakah dirimu saat ini….
  • Poetry /
    3 Mar 2011

    Melodi Malam

    Ketika malam berbintang menyapa diri Silau mendera di sela-sela sepi hati Hiruk pikuk cahaya temaram ikut menyertai Dansa dan melodi pun mengiringi Ketika sapa menyela dan ucap terkata Ketika tatap beradu penuh makna Dan hatipun berpadu dalam rasa Dalam pertemuan dua hati yang tak terduga Lalu kemilau malam semakin bercengkerama Menatap dua hati yang sedang bersua Tersenyum indah dalam pesan bersahaja Dan terucap, Aku Bahagia
  • Poetry /
    14 Feb 2011

    Pantaskah Cinta Dipertanyakan

    Ketika cinta dipertanyakan, tak mudah untuk diungkapkan. Apa yang kau rasakan dan apa yang kau butuhkan. Keragu-raguan ataupun kepastian, hanyalah sebuah awal yang akan menjadi kenyataan. Cinta ketika kau rasakan adalah sebuah getaran jiwa yang tak tahu terjadi kapan. Muncul tiba-tiba dan penuh misteri. Ungkapan yang tak dapat terungkap. Namun hanya bisa terpendam dalam jiwa yang bersembunyi. Ketika cinta datang. Dapatkah kau mengerti apa arti kedatangannya. Dapatkah kau memastikan dia datang dan menjemput hatimu. Dan kemudian merengkuhmu ke dalam jiwanya yang bergelora. Cinta Cinta memang penuh misteri. Segala yang kau rasakan juga sebuah misteri. Terkadang tak mampu kau kendalikan. Terkadang pula tak mampu kau menangkapnya dalam genggamanmu. Dan tak mampu kau rengkuh dalam dekapa
  • Poetry /
    3 Nov 2010

    Biarkan Sedikit Saja

    Aku menangis tanpa kata, membisu dalam perih Mungkin kau tak akan tahu dan mungkin kau tak akan mengerti Saat kumulai memahami, ketika langit biru kembali kelam Ketika gerimis jatuh, basah dan menepi Biarkan kurengkuh sedikit Dan biarkan kujangkau sejenak Jangan biarkan kau tepis Aku hanya ingin menyelamimu di dalam ragaku Hanya sedikit saja

Author

blogger yang suka seni

Recent Post

Recent Comments