Kata dalam Pena

Mewujudkan Bahagia di Hari Tua

23 Feb 2017 - 20:58 WIB

BAHAGIA ITU ADALAH

“Ayah apa yang kamu pikirkan? Kenapa berwajah sedih seperti itu?” Tanyaku pada suamiku.

 

“Ah tidak ada apa-apa sih Bunda. Cuma sedikit gelisah saja akan masa depan.” Jawab suamiku.

 

“Masa depan? Kenapa dikhawatirkan sih, Yah? Jalani saja lah  dengan tawakal dan berserah diri sama Allah.” Jawabku lagi.

 

“Iya,  itu sih memang harus. Cuma, Ayah memikirkan hari tua kita nanti. Belum tentu kan di hari tua kita, saat kita pensiun bisa hidup berkecukupan dan bahagia seperti saat ini? Mau berbisnis di hari tua gak tahu mau berbisnis apa? Apalagi keahlian gak punya?” Ujarnya.

 

“Ya Allah, itu toh yang membuat Ayah gelisah selama ini?” Tanyaku lagi.

 

“Sudahlah, Yah masa depan gak usah dipikirkan sekarang. Yang penting kita itu sehat dan masih bisa beraktivitas. Gak usah dipikir terlalu ruwet deh. Nanti malah sakit. Sudah ya gelisahnya hentikan. Ayolah kita nikmati hidup yang sekarang ini dulu. Coba lihat Pak Haryanto tetangga kita, sudah tua tapi masih sehat, produktif dan sepertinya bahagia saja tuh.” Saya menegaskan.

 

“Iya ya. Bapak itu benar-benar bikin saya kagum.” Jawab suamiku.

 

“Benar juga ya kata istriku. Buat apa di hari tua nanti mikirin terlalu jauh. Toh, ayah ibuku saja di hari tuanya malah masih bisa menikmati hidup. Pak Haryanto juga masih bisa menikmati hidup.” Ujar suamiku lagi.

 

Sejak itulah suami saya sudah tidak banyak gelisah karena hari tuanya nanti. Tapi walau bagaimanapun yang namanya manusia pasti pikiran itu selalu saja terbayang bayang. Saya percaya pada Allah, selama kita mau menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya insyaallah di hari tua nanti hidup kita akan berkah dan bermanfaat serta mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan. Walaupun kebahagiaan itu sangat relatif bagi setiap orang. Kebahagiaan setiap orang berbeda-beda tergantung bagaimana kita sendiri menghadapi dan menjalaninya. Saya sendiri sudah merasa bahagia jika tidak pernah sakit dan masih bisa makan apa yang dimau. Kebahagiaan memang bersumber dari diri sendiri, bagaimana tetap menjalani hidup dengan penuh semangat dan selalu berpikir positif. Bahagia adalah dimana kita menemukan apa yang kita rasakan, kita alami dan kita temui. Bahagia bagi saya adalah kunci utama kesuksesan seseorang.

 

Bahagia di hari tua

 

Kita semua pasti akan mengalami hari tua. Hari dimana kita sudah berumur dan tidak lagi produktif untuk bekerja baik wirausaha maupun kantoran. Hari tua seringkali diidentikkan dengan masa sakit-sakitan. Karena pada umumnya orang yang sudah pensiun dari pekerjaannya dan sudah berumur selalu akhirnya jatuh sakit sampai akhirnya ajal menjemputnya. Tentunya saya gak mau dong mengalami hal itu. Saya ingin nantinya di hari tua tidak merepotkan anak-anak saya. Kalau sakit pastinya bikin repot semuanya kan? Kasihan dengan kehidupan mereka dimana mereka harus menanggung beban hidup orang tuanya, walaupun memang sudah kewajiban seorang anak merawat dan membahagiakan orang tuanya sendiri. Sebisa mungkin saya menghindari untuk membebankan hidup pada anak-anak saya nantinya.

Saya dan suami termotivasi sekali dengan tetangga saya yang sudah tua dan berumur. Namanya Bapak Haryanto. Diumurnya yang sudah mencapai 74 tahun, beliau masih sehat dan beraktivitas melakukan segala hal, walaupun hanya pekerjaan rumah saja. Maklumlah istrinya baru saja meninggal dunia karena penyakit diabetes. Setelah masa pensiun dan berhenti bekerja sebagai seorang polisi beliau tak pernah sekalipun malas-malasan. Kemana-mana hanya naik sepeda pancal yang ada keranjangnya di bagian depan meskipun di rumahnya sudah mempunyai sepeda motor. Hidupnya juga tidak terlalu mewah. Beliau mempunyai kontrakan dan tanah dimana-mana. Benar-benar bersahaja dan hidup sederhana. Setiap pagi selalu menyiram tanaman yang ada di halamannya bahkan  tak sungkan juga tanaman tetangga di sebelahnya disiram juga dengan membawa bak air yang dijinjingnya.

 

Seringkali juga beliau membersihkan selokan sendirian. Di rumahnya memang ada pohon mangga yang selalu berbuah lebat. Seringkali beliau masih sanggup memanjat pohon mangga tersebut untuk memanen buahnya. Terkadang mangga yang dipetiknya dilempar-lemparkan begitu saja di balkon atas rumah saya. Nanti tinggal saya ambil. Itu adalah hasil panen buat saya dan suami. Alhamdulilah sih saya kebagian juga buah mangganya satu kresek gede. Enak ya punya tetangga yang loyal.

 

Meskipun anak-anaknya sudah berkeluarga semua dan tinggal berdekatan dengan beliau. Namun beliau tidak mau menggantungkan kehidupannya kepada anak-anaknya. Saya sangat salut dengan bapak ini. Beliau pensiunan polisi yang baik hati dan suka menolong orang lain. Bahkan ketika merenovasi rumahnya, beliaupun ikut turun tangan. Mengaduk semen, memaku,  dan pekerjaan-pekerjaan tukang lainnya.  Padahal tukangnya sudah ada. Di hari tuanya beliau tetap produktif. Masih segar bugar walaupun terlihat sudah tua renta.  Saya dan suami sangat salut. Kami berpikir dalam hati bisakah kita berdua nantinya seperti dia di hari tua kita?

 

Melihat keuletan Bapak Haryanto akhirnya saya dan suami memberanikan diri bertanya disaat kami santai mengobrol di terasnya.

 

“Pak, masih sehat saja nih? Apa rahasianya, Pak? Tanyaku.

 

Bapak Haryanto hanya tertawa saja sehingga terlihat kerut wajahnya yang sudah mulai menua. “Apa ya, nak? Bapak sih bahagia saja hidup seperti ini. Yang penting sih sehat dan masih bisa kesana kemari. Yah walaupun kadang masih suka sakit karena usia. Yang penting jangan terlalu banyak mikir yang rumit. Dibawa slow saja ya.”

 

“Hehe. Iya bener juga, Pak. Kita juga sudah mencoba gak terlalu banyak mikirin hidup kok, Pak.” Jawabku.

 

“Oh ya, untuk hidup sehari-hari Bapak dibiayai siapa nih? Bukankah anak-anak Bapak sudah sukses dan bekerja semua nih? Masak gak ada yang bantu biaya?” tanya suamiku.

 

“Wah, kalau itu sih saya gak minta ya, Nak. Kalau mereka memberi pada Bapak, seringkali Bapak tolak. Tapi kadang mereka memaksa. Yah, akhirnya Bapak terima saja. Padahal hidup Bapak yang sendiri ini sudah cukup banget kok dari uang pensiunan yang Bapak terima setiap bulan. Apalagi ditambah ada beberapa kontrakan yang Bapak punya. Alhamdulilah masih cukup lah.” Jawab Bapak Haryanto.

 

“Alhamdulilah. Bapak kan pensiunan PNS ya, jadi masih dapat uang pensiunan setiap bulannya, Pak?” Tanyaku.

 

“Iya betul nak.” Jawabnya

 

Akhirnya saya sadar akan sesuatu. Langsung saja saya katakan pada suamiku, “Ayah, bukannya kita berdua juga ada uang pensiunan ya?”

 

“Yang mana sih? Ayah gak memperhatikan slip gaji.” Jawab suami.

 

“Loh, BPJS Ketenagakerjaan kan itu uang jaminan tua, Yah? Aku baru inget nih sekarang.” Ujarku.

 

“Ohh itu ya, bener juga ya, Bun. Alhamdulilah, meskipun kita sama-sama bekerja di swasta akhirnya dapat jaminan hari tua juga.”  Kata suamiku.

 

“Iya Yah, jangan khawatir ya untuk masa depan kita nantinya.” Aku menenangkan suami.

 

“Sip, Bunda. ” Jawab suami dengan wajah cerianya.

 

Setelah pembicaraan itu kami menyimpulkan beberapa hal yang harus kami lakukan untuk menghadapi hari tua, diantaranya yaitu:

 

  1. Selalu positif thinking

 

Yang namanya manusia biasanya segala hal dipikir terlalu rumit. Seringkali juga pikirannya negatif dan bawaannya  curiga serta marah-marah. Sebenarnya pikiran seperti itu tidak bagus untuk kesehatan dan masa tua nanti. Pikiran akan menentukan kesehatan kita nantinya. Nah, maka dari itu selalulah berpikir positif apapun yang terjadi dan kita alami sekarang ini. Pikiran positif tentunya akan mempengaruhi gerak-gerik dan emosi kita juga.

  1. Menjaga pola makan

 

Menjaga pola makan itu penting sekali selama kita hidup. Artinya makanlah makan yang halal dan menyehatkan serta kurangi makanan-makanan instan seperti fast food, junk food, msg, penyedap dan perasa makanan, dan makanan-makanan olahan yang lebih banyak dampak buruknya bagi kesehatan. Tubuh kita butuh asupan yang bergizi karena dengan hal tersebut, tubuh akan selalu terjaga kesehatannya. Bila kita makan dengan pola makan sembarangan, efeknya di hari tua kita nanti, pasti akan muncul segala macam penyakit yang akan menyerang tubuh kita. Kalau di hari tua sudah sakit-sakitan, hal itu akan merepotkan orang lain. Menjaga kesehatan sejak dini lebih baik. Demi masa depan dan hari tua yang bahagia tanpa beban apapun.

 

  1. Olahraga

 

Olahraga itu penting sekali untuk kesehatan dan hari tua kita. Hanya beberapa pensen saja manusia yang suka berolahraga demi menjaga kesehatan. Dengan berolahraga tubuh kita akan terkontrol dengan baik. Berolahraga tidak harus yang mahal ataupun ke tempat fitness. Olahraga yang murah banyak sekali. Berolahraga tidak harus yang berat, cukuplah berolahraga yang ringan saja misalnya lari cepat, sit-up, jogging, jalan kaki dan lainnya.

 

  1. Investasi

 

Investasi memang sangat penting untuk masa depan kita menghadapi hari tua. Karena kalau kita sudah tua nanti, pasti akan berhenti bekerja dan tidak produktif lagi menghasilkan sesuatu. Oleh karena itu investasi itu penting sekali.  Investasi bisa berupa apa saja. Misalnya investasi rumah, tanah, tabungan maupun emas.

Investasi itu tidak mahal. Cukup dengan modal beberapa saja bisa kita dapatkan. Karena untuk berinvestasi ke dalam wujud seperti rumah, tanah, tabungan dan emas banyak cara bisa dilakukan. Tergantung bagaimana keinginan kita untuk mewujudkannya.

 

  1. Memiliki jaminan  hari tua

 

Nah ini hal penting yang harus kita punya. Memang sih umur kita sampai batas berapa tahun tidak ada yang tahu. Hanya Allah lah yang tahu sampai kapan kita bisa hidup. Tapi sebagai manusia tentunya kita punya ikhtiar kan, supaya di hari tua nanti hidup kita terjamin.

 

Tak perlu meminta tanggungan kepada anak-anak kita karena nantinya pasti akan merepotkan mereka. Maka dari itu, kita perlu memiliki jaminan hari tua dan jaminan pensiun. Untuk mendapatkannya bisa dengan cara mendaftarkan diri.

 

Sekarang kami berdua sudah merasa tenang untuk menghadapi hari tua nanti. Karena hidup kami sudah dijamin oleh BPJS ketenagakerjaan. Beruntung perusahaan kami sudah mendaftarkan kami menjadi anggota dan tiap bulannya gaji kami dipotong sesuai dengan besaran yang sudah diatur oleh BPJS Ketenagakerjaan.

 

 

APA SIH BPJS KETENAGAKERJAAN

 

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan adalah Transformasi dari PT. Jamsostek (Persero), yang bertugas melindungi seluruh Pekerja di Indonesia baik Pekerja Penerima Upah (PU) maupun Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

 

 

 

BPJS Ketenagakerjaan memiliki 4 program  perlindungan, yaitu:

1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

 

Jaminan ini akan memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi selama kita bekerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja bahkan sebaliknya serta penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja kita. Untuk iuran yang dibayarakan oleh kita sebagai peserta penerima upah tergantung pada tingkat risiko lingkungan kerja dan dievaluasi paling lama 2 (tahun) sekali.

 

 

Manfaat yang diberikan oleh JKK ini antara lain yaitu:

  1. Pelayanan kesehatan(perawatan dan pengobatan)
  2. Santunan berbentuk uang
  3. Program Kembali Bekerja (Return to Work)
  4. Kegiatan Promotif dan Preventif yang mendukung terwujudnya keselamatan dan kesehatan kerja
  5. Rehabilitasi berupa alat bantu (orthese) dan/atau alat ganti (prothese) bagi Peserta
  6. Beasiswa pendidikan anak bagi setiap peserta yang meninggal dunia atau mengalami cacat total.

 

2. Jaminan Kematian (JKM)

 

 

Jaminan kematian ini berupa uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia tetapi bukan akibat kecelakaan kerja. Manfaat yang diberikan dengan adanya JKM (apabila peserta meninggal dunia dalam masa aktif, manfaat perlindungan 6 bulan tidak berlaku lagi) ini adalah:

    1. Santunan sekaligus Rp16.200.000,00 (enam belas juta dua ratus ribu rupiah);
    2. Santunan berkala 24 x Rp200.000,00 = Rp4.800.000,00 (empat juta delapan ratus ribu rupiah) yang dibayar sekaligus;
    3. Biaya pemakaman sebesar Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah); dan
    4. Beasiswa pendidikan anak diberikan kepada setiap peserta yang meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja dan telah memiliki masa iuran paling singkat 5 (lima) tahun yang diberikan sebanyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) untuk setiap peserta. 

Untuk iuran JKM yang dibayarkan oleh peserta diantaranya yaitu:

    1. Bagi peserta penerima gaji atau upah sebesar 0,30% (nol koma tiga puluh persen) dari gaji atau upah sebulan.
    2. Iuran JKM bagi peserta bukan penerima upah sebesar Rp 6.800,00 (enam ribu delapan ratus Rupiah) setiap bulan.

 

3. Jaminan Hari Tua (JHT)

 

 

JHT merupakan program jangka panjang yang diberikan secara berkala sekaligus sebelum Peserta memasuki masa pensiun. Jaminan ini hanya diperuntukkan bagi tenaga kerja atau peserta yang bekerja kepada pihak pemberi kerja. Kepesertaan dari JKM adalah:

 

a. Penerima upah selain penyelenggara negara:

      1. Semua pekerja baik yang bekerja pada perusahaan dan perseorangan
      2. Orang asing yang bekerja di Indonesia lebih dari 6 bulan

Besar iuran yaitu 5,7% dari upah: 2% dari pekerja dan 3,7% dari pemberi kerja. Yang       dimaksud Upah sebulan disini, yaitu terdiri atas upah pokok & tunjangan tetap dari pekerja/penerima upah. Untuk JHT penerima upah ini cara pembayarnnya dilakukan oleh perusahaan tempat para penerima upah bekerja dan pembayarannya dilakukan tanggal 15 bulan berikutnya.

 

b. Bukan penerima upah

      1. Pemberi kerja
      2. Pekerja di luar hubungan kerja/mandiri
      3. Pekerja bukan penerima upah selain poin 2

Besar iuran yang dibayarkan oleh bukan penerima upah adalah didasarkan pada nominal tertentu yang ditetapkan dalam daftar sesuai lampiran I PP. Daftar iuran dipilih oleh peserta sesuai penghasilan peserta masing-masing. Untuk JHT bukan penerima upah ini cara pembayarannya dilakukan sendiri atau melalui wadah dan dilakukan paling lama tanggal 15 bulan berikutnya.

 

  • Manfaat JHT adalah berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya, yang dibayarkan secara sekaligus apabila :
    1. peserta mencapai usia 56 tahun
    2. meninggal dunia
    3. cacat total tetap
  • besar iuran yang dibayarkan adalah Didasarkan pada nominal tertentu yang ditetapkan dalam daftar sesuai lampiran I PP. Daftar iuran dipilih oleh peserta sesuai penghasilan peserta masing-masing.

 

4. Jaminan Pensiun (JP)

Jaminan pensiun adalah jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

 

  

Manfaat yang diberikan dari Jaminan Pensiun adalah sejumlah uang yang dibayarkan setiap bulan kepada peserta yang memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau kepada ahli waris bagi peserta yang meninggal dunia.

Peserta Program Jaminan Pensiun adalah pekerja yang terdaftar dan telah membayar iuran. Peserta merupakan pekerja yang bekerja pada pemberi kerja selain penyelenggara negara, yaitu peserta penerima upah yang terdiri dari:

  1. Pekerja pada perusahaan
  2. Pekerja pada orang perseorangan

 

Manfaat Program Jaminan Pensiun

1. Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT)

2. Manfaat Pensiun Cacat (MPC) 

3. Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD)

4. Manfaat Pensiun Anak (MPA)

5. Manfaat Pensiun Orang Tua (MPOT)

6. Manfaat Lumpsum

7. Manfaat Pensiun diberikan berupa manfaat pasti yang ditetapkan sebagai berikut:

  • Untuk 1 (satu) tahun pertama, Manfaat Pensiun dihitung berdasarkan formula Manfaat Pensiun; dan
  • Untuk setiap 1 (satu) tahun selanjutnya, Manfaat Pensiun dihitung sebesar Manfaat Pensiun dihitung sebesar Manfaat Pensiun tahun sebelumnya dikali faktor indeksasi.

8. Formula Manfaat Pensiun adalah 1% (satu persen) dikali Masa iuran dibagi 12 (dua belas) bulan dikali rata-rata upah tahunan tertimbang selama Masa Iur dibagi 12 (dua belas).

9. Pembayaran Manfaat Pensiun dibayarkan untuk pertama kali setelah dokumen pendukung secara lengkap dan pembayaran Manfaat Pensiun bulan berikutnya setiap tanggal 1 bulan berjalan dan apabila tanggal 1 jatuh pada hari libur, pembayaran dilaksanakan pada hari kerja berikutnya.

10. Dalam hal peserta telah memasuki Usia Pensiun tetapi yang bersangkutan diperkerjakan, Peserta dapat memilih untuk menerima Manfaat Pensiun pada saat mencapai Usia Pensiun atau pada saat berhenti bekerja dengan ketentuan paling lama 3 (tiga) tahun setelah Usia Pensiun.

11. Penerima manfaat pensiun adalah peserta atau ahli waris peserta yang berhak menerima manfaat pensiun.

 

BPJS KETENAGAKERJAAN MOBILE

 

Setelah kami berdua mendaftar dan memiliki jaminan hari tua yaitu BPJS Ketenagakerjaan, kami tak perlu ragu dan cemas lagi untuk masa tua kami nantinya. Biasanya masa pensiunan untuk kami yang bekerja swasta diumur 56 tahun. Jadi kalau kami berdua sudah pensiun dan tidak bekerja lagi, alhamdulilah masih ada jaminan  hari tua yang akan menghidupi kami selama kami tidak bekerja lagi.

 

 

Saya mulai mendapat kartu BPJS Ketenagakerjaan sejak tahun 2010. Namun kartu kecil berwarna putih hijau tersebut masih menggunakan nama Jamsostek. Tapi sampai sekarang masih saya simpan dan bisa digunakan lo. Karena sampai dengan detik ini sejak saya pindah pekerjaan lagi, kartu Jamsostek yang lama masih tersimpan rapi. Sedangkan di Kantor B saya sudah mendapatkan Kartu baru yang sudah berlogo BPJS Ketenagakerjaan. Namun saya belum berkeinginan untuk mencairkan saldo yang ada i Kantor lama, karena masih belum terasa membutuhkan. Biarlah nanti saya cairkan ketika memang sudah saatnya pensiun di hari tua nanti. Karena saya yakin saldo Jaminan hari Tua dari BPJSTK akan lebih dibutuhkan di hari tua kita nanti.

 

 

  

Sejak saya pindah perusahaan. Saya diberi tahu oleh rekan kerja saya kalau untuk mengetahui saldo BPJS Ketenagakerjaan kita bisa juga melalui mobile. Akhirnya saya dan suami segera menginstal aplikasi mobile BPJS Ketenagakerjaan di HP android kami masing-masing. Setelah terinstal langsung kami registrasi. Langsung deh muncul nama kita, no telepon dan alamat email kita. BPJSTK ini sangat praktis dan memudahkan kita mengetahui isi saldo JHT yang sudah kita dapatkan. Bahkan kita bisa juga lo megklaimnya jika dibutuhkan.

 

 

Ketika membuka aplikasi BPJSTK ada tiga menu yaitu:

1. Saldo JHT. Menu ini digunakan untuk mengecek jumlah saldo yang sudah kita dapatkan, rincian saldo yang ada serta bisa untuk mengklaimnya.

2. Simulasi. Pada menu simulasi, kita bisa lo mensimulasikan berapa sih jumlah saldo yang akan kita dapatkan sampai di akhir masa kita pensiun. Caranya gampang sekali yaitu tinggal memasukkan upah yang kita dapatkan, beserta jumlah tahun dan saldo awal yang ada. Setelah itu tinggal hitung simulasinya. Nanti akan diketahui berapa jumlah yang bisa kita dapatkan. Mudah bukan?Selain itu kita juga bisa mensimulasikan jaminan pensiun kita yaitu cukup memasukkan tanggal lahir serta awal kepesertaan kita, upah saat ini yang kita dapatkan serta kenaikan upah pertahun yang didapat. Baru deh bisa dihitung simulasinya. Tinggal dipraktekkan ya.

Simulasi Saldo JHT

Saldo Jaminan Pensiun

 

 

 

3. Informasi. Pada menu informasi kita bisa mendapatkan beragam info program yang dikeluarkan oleh BPJSTK, serta alamt kantor cabang BPJSTK yang ada di seluruh Indonesia. Selain itu juga informasi tentang Rumah Sakit Trauma Center.

 

 

Setelah saya mencobanya, saya dan suami sangat dibantu dengan adanya aplikasi BPJSTK mobile ini. Aplikasi ini juga menghindari kita untuk mengantri lama di kantor BPJSTK. Sudah 2 tahun saya bekerja di perusahaan A, jadi saldo JHT yang saya dapatkan di Perusahaan A sejumlah 2 tahunan tersebut. Dan di perusahaan B ini saya sudah bekerja selama 6 tahun. Jadi jumlah saldo JHT yang saya dapatkan sudah cukup lumayan banyak lah ya. Saat ini umur saya sudah mencapai 33 tahun. Jika masa pensiun saya di umur 56 tahun, jadi jumlah saldo JHT saya masih 23 tahun lagi. Masih cukup lama juga ya perhitungannya. Perhitungan yang sama juga pada suami saya.

 

 

Jadi kita berdua tidak ragu dan cemas lagi di masa tua nanti. Kekhawatiran tidak perlu ada, karena dengan BPJSTK manfaatnya sangat besar sekali bagi kami berdua. Kini kita tidak perlu lagi memikirkan apa yang akan kita punyai untuk menghidupi hari tua kita nantinya. Kita sangat bahagia dengan apa yang kita dapatkan selama ini. Sebagai calon orang tua untuk anak-anak kami nantinya, kami sudah melakukan yang terbaik dan akan terus melakukan yang terbaik ketika bekerja, karena orang yang bekerja bukanlah semata mencari pendapatan tapi juga mencari jaminan kebagiaan di masa tua kita nanti. Semua itu kita dapatkan dari perusahaan berkat adanya BPJSTK.

 


TAGS   lifestyle / pensiun /


Author

blogger yang suka seni

Recent Post

Recent Comments

Archive