Kata dalam Pena

Tips dan Persiapan Menghadapi MEA

28 Mar 2016 - 20:16 WIB

Apa sih MEA? Dari dulu sejak istilah ini populer, saya sering bertanya-tanya. Maklumlah saya ini orang yang tidak pernah berkecimpung di bidang ekonomi, dan masih awam tentang istilah-istilah tersebut. Namun meskipun awam, saya juga harus tahu dong perkembangan-perkembangan yang terjadi saat ini. Saya tidak perlu belajar ilmu ekonomi lebih detail tapi cukup dengan browsing di internet, maka akan banyak ditemukan artikel tentang definisi MEA dan apapun yang membahas tentang MEA. So sekarang saya sudah mengerti apa itu MEA. Jadi gak gaptek-gaptek amat dong. Apalagi saat ini saya sebagai seorang karyawan sebuah perusahaan yang harus siap menghadapi MEA tanpa dalih apapun agar tetap bertahan dalam era persaingan ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

MEA adalah kepanjangan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN. MEA dibentuk sebagai sebuah agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN yang bertujuan menghilangkan atau meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam melakukan kegiatan ekonomi lintas kawasan, misalnya dalam perdagangan barang, jasa, dan investasi. Di era ini tentunya akan ada daya saing yang tinggi dalam hal perekonomian dan tenaga kerja termasuk saya sendiri. Sudah siapkah diri kita menghadapi hal ini?

 

 

 

 

 

 

 

 

Mau tidak mau saya harus siap menghadapi era MEA yang sudah berjalan sampai dengan detik ini. Begitu juga dengan masyarakat-masyarakat yang lain terutama yang memiliki UKM atau usaha. Pastinya daya saing akan semakin ketat dan banyak produk dilepas di pasaran. Jika produk dan tenaga kerja tersebut kalah bersaing dengan produk dan tenaga kerja lain, maka besar kemungkinan akan tergerus dan tidak bisa berkembang. Dengan adanya MEA, masyarakat di berbagai negara ASEAN diperbolehkan bekerja di negara mana saja tidak menjadi suatu masalah. Namun harus siap dengan ketatnya persaingan tenaga kerja dari negara-negara lain. Maka dari itu perlu persiapan yang harus dilakukan untuk menghadapai MEA agar tidak kalah bersaing dengan yang lainnya. Bagi saya pribadi persiapan yang saya lakukan diantaranya adalah:

 

1. Mengasah lebih dalam keterampilan yang dimiliki.

 

Setiap orang pastinya memiliki skillnya masing-masing. Ada kalanya skill tersebut hanya digunakan sekedarnya saja. Padahal kalau kita asah lebih dalam, kita pasti akan sejajar dengan orang-orang hebat lainnya. Mengasah skill tidak hanya terbatas pada usia baik itu tua atau muda. Yang terpenting adalah mempunyai kemauan yang kuat untuk belajar dan mempraktekkan. Mengasah skill pun tidak harus kursus di tempat tertentu tapi bisa juga dengan belajar sendiri secara otodidak. Sekali lagi saya katakan bahwa ini semua adalah tergantung dari kemauan dan tekad diri sendiri.

 

2. Meningkatkan pendidikan.

 

Di era MEA tingginya tingkat pendidikan itu perlu sekali. Karena kita tidak hanya bersaing dengan masyarakat dalam negeri saja tapi juga dari luar negeri. Kalau pendidikan kita masih rendah atau setara SMA, sudah pasti tentunya akan kalah saing dengan yang berpendidikan sarjana atau doktor. Tenaga kerja yang berpendidikan tinggi akan lebih dicari oleh penerima kerja. Dalam hal ini saya tidak mau memojokkan masyarakat yang hanya lulusan sekolah menengah ya. Jadi pendidikan itu penting banget dan gak bisa diabaikan. Rata-rata perusahaan sekarang membutuhkan tenaga kerja diploma atau sarjana. Apalagi kalau kita mau bekerja di luar negeri.

 

3. Memperbanyak komunikasi dan relasi.

 

Hal ini sangat penting bagi saya sendiri. Terutama nih juga buat para pengusaha atau wirausaha. Komunikasi dan relasi itu berhubungan erat dan sama-sama penting. Hal tersebut demi untuk memperkenalkan diri kita kepada masyarakat dunia. Jika kita sebagai pencari kerja, dengan mempunyai banyak relasi kita akan dengan mudah mendapat pekerjaan. Biasanya info pekerjaan didapat dari relasi yang kita kenal. Sedangkan untuk pengusaha, komunikasi dan relasi itu penting yaitu untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk kita kepada orang lain. Biasanya produk akan cepat mudah dikenal dan laris berkat info dari mulut ke mulut. Betul tidak?

 

4. Membuat inovasi dan ide-ide cemerlang.

Nah, era MEA adalah era pasar bebas. Kita semua akan saling bersaing untuk mendapatkan posisi dan sesuatu yang menguntungkan. Tentunya dengan cara yang baik, halal dan tidak curang ya. Jika kita hanya diam saja menunggu instruksi, tentu akan mudah tergerus dan tergeser oleh orang-orang yang lebih mempunyai inovasi dan ide-ide cemerlang. Mereka akan lebih maju dan menjadi bagian terdepan tanpa kita sadari. Jadi keluarkan semua inovasi dan ide-ide cemerlang yang kita punya. Terutama yang sesuai dengan passion kita sendiri. Jangan hanya dipendam saja. Siapa tahu ide-ide kita akan membahana hingga ke dunia. Kalaupun ide yang kita ajukan tidak didengar maka janganlah putus asa. Masih banyak tempat di area pasar bebas ini yang akan menampung ide-ide kita. So, maju terus pantang mundur.

 

5. Tidak gagap teknologi.

 

Nah, ini juga menjadi salah satu hal penting dalam era MEA saat ini. Teknologi sudah mendunia bahkan era sekarang semua pekerjaan dan peralatan sudah menggunakan teknologi canggih. Bahkan selalu mengalami pembaharuan dalam setiap sesinya. Di dunia bisnis, teknologi itu penting demi kelancaran dan kemajuan usaha. Bagaimana kita akan memperkenalkan produk dan tenaga kerja kita sendiri kepada pasar dunia, jika kita tidak bisa menguasai teknologi? Siapkah belajar teknologi dari sekarang?

 

6. Menguasai bahasa internasional.

 

Mengerti kan apa yang saya maksud bahasa internasional? Jawabannya adalah Bahasa Inggris. Bahasa yang digunakan oleh seluruh dunia dalam berkomunikasi. Nah, di era pasar bebas ini kita akan berhubungan dengan masyarakat di negara-negara ASEAN baik secara langung maupun tidak langsung dan bahasa Inggris menjadi bahasa yang wajib dikuasai dan dipelajari. Lebih baik lagi kalau kita juga bisa menguasai bahasa lainnya misalnya bahasa Mandarin, Jepang, dan lainnya. Hal tersebut akan menjadi nilai lebih kita di mata pemberi kerja.

 

Nah, hal-hal diataslah yang menjadi persiapan saya dalam menghadapi era MEA saat ini. Mumpung masih muda, ilmu, komunikasi, relasi dan teknologi harus dikuasai sedikit demi sedikit. Tak ada yang tak mungkin, bila kita punya tekad, keinginan dan kemauan. Siapa yang siap melangkah itulah yang akan mendapatkan kesuksesan. Namun sejauh mana kita melangkah tetaplah ingat pada Sang Pencipta agar apa yang kita hadapi dalam persaingan pasar bebas ini diridhoi dan diberikan kemudahan. Perjuangan itu tidak mudah. Tetaplah banyak bersyukur, supaya yang kita lakukan menjadi berkah. Jadi, sudah siapkah menghadapi MEA?


TAGS   MEA / one day one post /


Author

blogger yang suka seni

Recent Post

Recent Comments

Archive