Kata dalam Pena

Gerhana Matahari dan Ayat-Ayat Allah

20 Feb 2016 - 08:40 WIB

Pertama kali mengenal apa itu Gerhana Matahari yaitu ketika ada pelajaran IPA sewaktu SD. Saat itu saya masih belum mengerti seperti apa Gerhana Matahari. Melihat langsung pun saya belum pernah. Dulu banyak sekali mitos yang muncul dengan kehadiran Gerhana Matahari dan sering dihubungkan dengan kepercayaan suatu agama. Nah mitos itu yang membuat saya dan semua orang takut untuk melihat Gerhana Matahari secara langsung saat itu.

 

Mitos Gerhana Matahari

Prediksi atau ramalan terjadinya Gerhana Matahari bermula pada zaman purbakala yaitu zaman Babilonia. Sehingga muncullah mitos-mitos pada zaman tersebut (sekitar 700-600 SM) yaitu horoskop (ramalan bintang), dengan zodiak (rasi bintang di langit), ekliptika (bidang edar Matahari) dan pemahaman egosentris, sehingga akhirnya berkembang menjadi paham geosentris dan kemudian ke paham heliosentris. Mitos–mitos tersebutlah yang sampai sekarang masih dipercayai oleh sebagian orang.

 

Keberadaan mitos-mitos yang berkembang adalah merupakan sebuah rasa keingintahuan dari manusia terhadap gejala alam yang terjadi. Keingintahuan itulah yang akhirnya dihubung-hubungkan dengan peristiwa yang terjadi saat Gerhana Matahari tanpa melalui pola pikir dan pengetahuan serta penelitian ilmu secara mendalam. Seperti mata akan buta kalau melihat gerhana Matahari, terjadinya gerhana Matahari karena Bulan sedang ditelan oleh batarakala atau buto ijo, adanya bencana, adanya kematian dan kelahiran dan bahkan kita tidak boleh melakukan apapun saat Gerhana Matahari karena akan berdampak buruk terhadap kita sendiri. Pola pikir itulah yang sampai sekarang turun temurun dalam kepercayaan tertentu.

 

Tapi kali ini mitos yang menakutkan tersebut sudah tidak ada lagi. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, mitos-mitos yang ada mulai hilang. Manusia diberi pemahaman berdasarkan penelitian dan riset secara ilmiah. Justru saat sekarang kita diperbolehkan melihat Gerhana Matahari total secara langsung asalkan ada alat pelindung yang kita gunakan seperti teleskop yang sudah diberi filter atau plastik film hitam putih (klise) untuk fotografi. Sebab peristiwa alam ini sangat penting sebagai ilmu pengetahuan bagi manusia dan rasa syukur kita atas ciptaan-Nya.

 

Ayat-ayat Allah tentang Gerhana Matahari

 

Gerhana Matahari dan Ayat-ayat Allah (doc. Detik+modifikasi)

 

 

 

 

 

 

Sebenarnya jawaban tentang mitos-mitos tersebut sudah dijelaskan di dalam Al -Quran, bahwasanya terjadinya Gerhana Matahari adalah sebuah kekuasaan dari Sang Pencipta yaitu Allah SWT bukan sebuah hal yang mistis dan ghaib. Itulah ketetapan Allah yang patut kita imani keberadaannya. Dalam kuasa tersebut, Allah mampu menunjukkan kepada manusia bahwa Allah mampu mengatur alam dan seisinya sesuai dengan apa yang Ia tetapkan. Beredarnya matahari, bulan dan bumi menjadi satu garis lurus sehingga menimbulkan Gerhana Matahari menunjukkan adanya keteraturan peredaran orbit dari masing-masing benda langit tersebut. Maka dari itu bertaqwalah wahai manusia atas kebesaran Sang Maha Pencipta. Seperti yang sudah dijelaskan dalam Al-Quran sebagai berikut:

 

”Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.” (Ar-Rahman : 5)

 

“Dan Dia (Allah) telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.” (QS. Ibrahim 14:33)

 

“Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ’Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” (QS. Ar-Ra’d 13: 2)

 

“Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya).” (QS. An Nahl 16: 12)

 

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS. Al Anbiya 21: 33)

 

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).” (QS. Al Ankabut 29: 61)

 

“Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Luqman 31:29)

 

Nah itulah ayat-ayat Allah yang tercantum dalam Al-Quran. Sudah jelas waktu terjadinya Gerhana Matahari merupakan ketetapan-Nya yang tidak bisa dibantah. Matahari, bulan dan bumi beredar sesuai dengan orbitnya adalah sebuah tanda ketundukan dan kepatuhan kepada pencipta-Nya. Maka dari itu bagi umat muslim jika kita bisa melihat secara langsung terjadinya Gerhana Matahari maka disunnahkan agar melakukan shalat sunnah Gerhana Matahari.

 

Fenomena Gerhana Matahari

Tak hanya dunia science yang selalu menanti-nanti moment langka ini sebagai ilmu dan riset dalam dunia pendidikan. Bahkan dunia fotografi dan perblogeran yang saat ini mulai bermunculan pun juga turut memeriahkan dan meramaikan peristiwa alam yang langka ini. Mereka berbondong-bondong dan sangat antusias untuk mengabadikan peristiwa Gerhana Matahari Total secara langsung di tempat perlintasannya. Bahkan hampir semua penduduk Indonesia dari seluruh nusantara ingin menyaksikannya secara langsung. Tapi jangan lupa untuk melakukan shalat Gerhana Matahari saat melihatnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat ini Gerhana Matahari yang akan terjadi di Indonesia tanggal 9 Maret 2016 ini sudah menjadi trending topik yang banyak dibicarakan oleh banyak orang. Tak hanya itu saja KEMENPAR pun sudah jauh-jauh hari sejak akhir Desember 2015 kemarin sudah membuat promosi besar-besaran dan akan diperkirakan ada lima juta wisatawan domestik dan 100 ribu turis asing yang akan berkunjung ke Belitung. Dengan promosi itu diharapkan akan menambah pendapatan negara di bidang pariwisata. Beruntung sekali ya Indonesia menjadi wilayah yang dilalui Gerhana Matahari. Pastinya penduduk yang tinggal di daerah perlintasan gerhana lebih beruntung dong, karena mereka bisa secara langsung menyaksikan tanpa harus mengeluarkan biaya sendiri. Berbeda dengan penduduk dari daerah lain yang berniat untuk menyaksikan Gerhana Matahari di belitung harus rela mengeluarkan dana sendiri agar bisa melihat dan mengabadikan moment langka tersebut.

 

Saya sih mau lo kalau diajak gratis pergi ke daerah pelintasan gerhana untuk menyaksikan secara langsung. Siapa sih yang tidak mau? Apalagi tempatnya di Pulau Belitung, sebuah tempat fenomenal dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang terkenal itu. Sekali mendayung dua pulau terlampaui. Dengan berkunjung ke Belitung menyaksikan gerhana saya juga bisa melihat secara langsung kota tempat lahir Andrea Hirata dan lokasi Laskar Pelangi diceritakan. Asyik kali ya. Peristiwa yang sudah lama ingin saya saksikan untuk pertama kalinya. Karena sebelumnya saya tidak pernah tahu secara langsung seperti apakah wujud nyata Gerhana Matahari. Selama ini yang saya tahu hanya melalui buku dan foto foto saja. Apalagi kalau pergi kesana tuh diajakin sama Detikcom langsung selama 2 hari 1 malam. Hmm, masih bermimpi menjadi kenyataan. Maka dari itu dengan membuat tulisan tentang Gerhana Matahari di blog pribadi menjadi salah satu alternatif saya supaya bisa terpilih menjadi salah satu Laskar Gerhana Detikcom. Mudah-mudahan saja ya. Usaha itu tak ada batasnya. 

 

9 Gerhana Matahari Total yang melintasi Indonesia (doc.detik)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peristiwa Gerhana Matahari ini baru terjadi 9 kali di Indonesia. Itupun area perlintasannya hanya di daerah tertentu saja. Beberapa daerah di Indonesia yang menjadi tempat perlintasan Gerhana Matahari, diantaranya ada 12 propinsi yaitu: Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Sumatra Barat. Kota yang dilintasi Gerhana Matahari dengan durasi paling lama yaitu Kota Maba, Kab Halmahera Timur, Maltara, 3 menit 17 detik. Kota Luwuk, Kab Banggai, Sulawesi Tengah, 2 menit 50 detik. Kota Ternate Maltara, 2 menit 45 detik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat terjadinya Gerhana Matahari, ada waktu-waktu dan peristiwa tertentu yang diburu para wisatawan, yaitu saat terjadinya Baily’s Beads, efek cincin berlian dan kromosfer matahari. Ketiga fenomena tersebut hanya bisa disaksikan di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebenarnya peristiwa terjadinya Gerhana Matahari ini ada empat jenis yaitu:

 

1.Gerhana matahari total yaitu terjadi apabila posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Gerhana Matahari sebagian terjadi apabila posisi piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari sehingga ada bagian dari Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

Proses Gerhana Matahari Sebagian ( doc. Google)

 

 

 

 

 

 

 

3. Gerhana matahari cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari sehingga ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Akibatnya tidak seluruh piringan Matahari tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

Proses terjadinya Gerhana Matahari Cincin (doc. Google)

 

 

 

 

 

 

 

4. Gerhana matahari hibrida bergeser antara gerhana total dan cincin. Pada titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang.

 

Jika keempat peristiwa dari Gerhana Matahari itu bisa kita abadikan, sungguh sangat beruntung sekali. Terutama para fotografer yang selalu mencari moment-moment unik dan langka sebagai dokumentasinya. Sebagai ilmu science kita bisa mempelajari terjadinya Gerhana Matahari berdasarkan ilmu pengetahuan dan riset manusia. Tapi berdasarkan Al-Quran, peristiwa Gerhana Matahari adalah sebuah ketetapan Allah SWT, bahwa matahari, bumi dan bulan adalah ciptaan Allah yang tetap tunduk dan patuh dengan tetap beredar sesuai orbitnya tanpa melenceng sedikitpun. Maka dari itu nikmat Tuhan yang manakah yang kau dustakan.

 

Laskar Garhana Detikcom

 

 

 

 

 

 

 

Jadikanlah peristiwa ini sebagai sebuah bentuk keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Serta sebuah rasa syukur atas ciptaanNya dan atas kebesaranNya. Salah satunya yaitu melakukan shalat sunnah  Gerhana Matahari, banyak berzikir dan berdoa sebagai bentuk rasa syukur kita. 

 

Referensi:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gerhana_matahari

 

http://m.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/16/02/13/o2hoc1372-kemenpar-gencar-promosikan-gerhana-matahari-total

 

http://m.detik.com/news/berita/3143494/pemkab-belitung-bersiap-diserbu-7000-turis-gerhana

 

http://m.detik.com/news/berita/3143435/ribuan-pembaca-detikcom-ikut-kontes-laskar-gerhana-matahari-total

 

http://seputarpendidikan003.blogspot.co.id/2015/03/gerhana-bulan-dan-gerhana-matahari.html?m=1

 

https://m.tempo.co/read/news/2016/01/22/061738396/sejarah-gerhana-matahari-total-di-indonesia

 

http://sunrisebw.blogspot.co.id/2013/06/gerhana-mitos-dan-kekuasaan-tuhan.html?m=1

 


TAGS   Laskar gerhana matahari / Laskar gerhana detikcom /


Author

blogger yang suka seni

Recent Post

Recent Comments

Archive