Kata dalam Pena

Halal Bi Halal. Ajang Silaturrahmi atau pamer?

9 Jul 2015 - 18:33 WIB

Halal Bi Halal menjadi tradisi yang selalu identik dengan Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini dari tahun ke tahun tak pernah pudar terutama bagi  masyarakat Indonesia di seluruh kota. Dalam tradisi ini kita melakukan silaturrahmi, saling berkunjung sambil bermaaf maafan. Halal Bi Halal menekankan kepada kita bahwa dalam sebuah silaturrahmi akan memunculkan rasa   persaudaraan, persatuan, saling memberi kasih sayang, saling mengenal dan saling mendoakan.

 

Tradisi ini begitu melekat bagi kita yang beragama muslim. Seperti kita ketahui bahwa Idul Fitri adalah hari kemenangan dan hari yang fitrah atau suci. Di hari kemenangan ini kita seharusnya menghapus dosa-dosa yang telah lampau baik itu dosa kepada diri sendiri, kepada orang lain maupun kepada Allah SWT. Maka dari itu kita diharuskan untuk saling bermaaf-maafan sambil bersilaturrahmi.

 

Sudah menjadi tradisi bahwa setelah selesai Shalad Id, kita langsung mengucapkan kata ” Minal aidzin wal faidzin, maafkan lahir dan batin ” entah itu dari hati yang terdalam ataupun hanya sekedar sapaan pembuka belaka. Makna kata tersebut berarti bahwa kita saling memberi dan menerima maaf orang lain baik itu disengaja ataupun tidak yang didalami dengan sepenuh hati. Biasanya acara Halal Bi Halal pembukaan ini hanya berlangsung sesaat saja dengan saling berkunjung ke rumah tetangga atau ke rumah saudara. Halal Bi Halal semacam ini disebut juga reuni kecil.

 

Halal Bi Halal berupa acara besar biasanya diadakan dalam bentuk seremoni baik di lingkungan keluarga besar perusahaan, sekolah, pemerintah, alumni-alumni dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi bahkan lingkungan RT dan RW di sekitar kita. Perayaannya pun dilakukan dengan menggunakan undangan tersirat maupun tersurat. Biasanya seremoni halal bi halal seperti ini terdapat kata sambutan serta tausyiah. Disamping itu juga ada acara makan-makan dengan berbagai hidangan yang tersedia. Baru setelah itu acara terakhir bermaaf-maafan dan saling bersalam-salaman.

 

Halal Bi Halal di kampung pun juga menjadi tradisi yang membudaya. Banyak sekali undangan Halal Bi Halal yang sering saya dapatkan. Mulai dari undangan Halal Bi Halal teman SD, teman SMP bahkan teman SMA. Acaranya terkadang dilaksanakan di gedung sekolah maupun di gedung pertemuan yang ada di kampung halaman. Seringkali juga dalam acara Halal Bi Halal diselingi dengan acara reuni atau temu alumni. Dari hal itulah saya bisa bertemu demgan teman-teman lama yang sudah lama tidak bertemu. Saya juga mengajak suami ketika diundang acara Halal Bi Halal. Bahkan teman-teman yang sudah memiliki anak juga diajak mendatangi acara ini. Tidak hanya ajang silaturrahmi tapi juga ajang pertemuan kembali. Saling mengenal masing-masing anggota keluarga teman-teman kita serta saling mempererat ukhuwah islamiah yang sudah lama tidak terjalin karena masing-masing dari kita sudah saling hidup berjauh-jauhan dan jarang bertemu.

 

Saya bisa merasakan indahnya ukhuwah islamiah dalam acara Halal Bi Halal ini. Terkadang teman yang dulunya saya tidak kenal dan jarang menyapa, dengan Halal Bi Halal bisa kenal bahkan bisa lebih akrab. Tapi perlu diingat bahwa Halal Bi Halal bukanlah ajang pamer baik itu pamer keluarga, kekayaan maupun jabatan. Bukan pula ajang menyombongkan diri sendiri. Justru diharapkan ikatan silaturrahmi untuk saling berbagi kebahagiaan tanpa berlebihan, berbagi kesenangan serta memfitrahkan diri dari dosa-dosa yang sebelumnya kita lakukan. Kita diminta juga untuk introspeksi diri bahwa setelah lebaran ini apa kesalahan dan kegagalan yang telah kita lakukan di masa lalu. Memperbaiki diri menjadi lebih baik dan lebih sempurna dalam jiwa dan raga sepenuhnya. Mudah-mudahan Halal Bi Halal ini akan membawa kebaikan diantara kita, saling menghormati dan menimbulkan kasih sayang.Tak lupa bahwa tujuan kita adalah mendapatkan ridho Ilahi.

ngaBLOGburit


TAGS   #ngaBLOGburit2015 /


Author

blogger yang suka seni

Recent Post

Recent Comments

Archive