Kata dalam Pena

Seni Meracik Kopi Oleh Seorang Barista di Acara Sunday Sharing 20

17 Sep 2015 - 06:10 WIB

Hari minggu kemarin tanggal 13 September 2015, untuk pertama kalinya Sunday Sharing 20 yang menjadi kegiatan bulanan rutin Blogdetik dan Detikcom diadakan di luar kantor, lebih tepatnya di Convivium Cafe Deli di Jl. Panglima Polim IX Jakarta Selatan. Hal ini demi untuk mendapatkan suasana baru  bagi para blogger detik, agar terlihat lain dari biasanya. Acara dimulai pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB yang dihadiri oleh 20 peserta terpilih yang mendaftar datang ke acara tersebut. Tidak hanya datang gratis saja, nantinya para peserta diberi penjabaran mengenai tema hari itu. Selain itu peserta juga diwajibkan untuk menulis di blognya masing-masing  dan mengikuti kontes menulis dengan memenangkan hadiah sebesar 1 juta rupiah. Wow… mantap kan?

 

Tampak depan Convivium Cafe Deli

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tema kali ini yang akan disharingkan kepada para blogger detik adalah tentang kopi “Coffee Talk”. Yap.. siapa sih yang tidak suka kopi. Pasti semuanya suka kan, tak terkecuali saya sendiri. Hehehehe. Ngaku deh…Ngaku… Kebetulan saya datang ke acara ini ingin mempunyai ilmu lebih tentang kopi yang selama ini tidak saya ketahui. Apalagi tentang kopi-kopi yang disajikan dengan bentuk-bentuk indah diatas cangkir atau gelas. Wahh… ternyata ada seninya juga meracik kopi lo. Oke saya lanjutkan saja daripada kelamaan ya.

Nah di dalam Sunday Sharing kali ini, kopi tidak hanya sekedar dibuat dan diminum saja, tapi kopi juga bisa dibuat art yang sering disebut dengan Latte ArtLatte Art diartikan dengan seni untuk membuat kopi dengan bentuk-bentuk yang indah dan lucu. Sedangkan orang yang membuat dan menyajikan kopi dengan seni tersebut untuk pelanggan disebut dengan istilah Barista.

Setelah semua peserta Sunday Sharing 20 berkumpul, acara segera dimulai dengan sambutan pertama oleh ketua kelas SS 20 yaitu Mbak Angela dan wakil Ketua Kelasnya Nisa. Kemudian acara dilanjutkan lagi oleh pembawa acara seorang wanita cantik dan manis yaitu Mbak Viona sebagai perwakilan dari Open Rice yang menjadi sebuah portal khusus makanan bagi para penggila kuliner. Sambutan dilanjutkan lagi oleh perwakilan dari Blogdetik dan DetikCom yaitu Mas Fayyas atau nama pena yang sangat terkenal di dunia medsos yaitu sering dipanggil Gajah Pesing. Namanya lucu dan unik ya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sambutan berikutnya dilanjutkan oleh Mas Steven sebagai pemilik dari Convivium Cafe Deli. Mas Steven memberikan sebuah welcome speech  dimana dia mengatakan bahwa Pihak Convivium sudah berdiri sejak 5 tahun yang lalu dan sudah cukup lama melakukan kerja sama dengan Illy. Illy adalah sebuah perusahan kopi Italia yang mengkhususkan diri memproduksi espresso. Perusahaan ini didirikan oleh Francesco Illy pada tahun 1933. Steven juga mengatakan bahwa kopi yang kami buat semuanya terbuat dari Illy. Sebagai penyuplai kopi dari Indonesia sendiri yaitu PT. Bahana Genta Viktory yang diwakili oleh Mas Bena serta ada Mbak Farah sebagai perwakilan dari Ultra Healthy yang merupakan perusahaan susu sebagai campuran kopi. Cukup singkat sih sambutan yang diberikan oleh mereka.

Mas steven dan mb farah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selanjutnya sambutan dilakukan oleh tiga cowok tampan dan manis yaitu Mas Raka Aji, Mas Arief Budiman dan Mas Ari. Ketiganya adalah seorang barista dan juga trainer di sekolah Barista yaitu Universitas Del Caffe. Mas Arief Budiman sendiri merupakan Kepala Sekolah dari Universitas Del Caffe. Sedangkan Mas Ari merupakan rekan kerja mereka berdua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apa itu Barista?

 

Kalian tahu tidak Barista itu apa? Oke.. saya sendiri saja baru tahu lo. Barista adalah sebutan untuk seseorang yang pekerjaannya membuat dan menyajikan kopi kepada pelanggan. Barista merupakan sebuah lifestyle di era sekarang ini. Barista juga harus mempunyai signature drink (racikan kopi yang hot or ice dan dibuat sendiri oleh barista) dan mereka pun mempunyai bidang seni yang tinggi, smart dan unik. Saat ini Barista menjadi profesi yang menjanjikan dan juga ada sekolah khususnya. Selain itu seorang Barista juga harus mengetahui berbagai macam kopi dan membedakan mana kopi yang berkualitas dan mana yang tidak. Wah.. itulah uniknya menjadi seorang Barista. Siapa saja bisa kok menjadi Barista, asal ada kemauan keras dan serius dalam pekerjaannya. Nah.. dengan adanya Barista ini kemudian berkembang seni dalam pembuatan kopi yang disebut Latte ArtLatte Art saat ini sangat populer dengan berbagai macam bentuk serta cita rasa yang nikmat dan lezat.

 

Semakin seru saja nih acaranya. Apalagi yang membawakannya adalah orang-orang kocak dan penuh canda. Keakraban terjadi dengan peserta Sunday Sharing sehingga suasana tidak terlalu kaku. Bahkan terlihat riuh dan ramai lo. Tambah semangat saja nih acaranya.

 

Sejarah Kopi

Lelaki kocak dan lucu, yaitu mas Raka Aji memaparkan seluk beluk dan teori dari kopi. Pertama kali dia menanyakan sebuah pertanyaan kepada para peserta, “ Apakah ada diantara kalian yang tidak pernah minum kopi?”. Tapi semua peserta menjawab bahwa semuanya pernah meminum kopi. Ya..Semuanya pernah meminumnya walaupun hanya sekedar merasakannya. Siapa sih yang tidak suka kopi. Saya yakin semua orang di Indonesia ini sebagian besar adalah penyuka kopi. Apalagi saat ini kopi sudah tersedia dengan beragam rasa mulai yang instan dan yang harus diracik dulu.

 

Kopi pertama kali ditemukan di Ethiopia oleh seekor domba. Saat itu seorang penggembala melihat para domba memakan buah yang berbentuk seperti cherry yang bila dibelah terdapat dua buah biji. Lalu mereka memperhatikan domba tersebut, setelah domba makan kopi, dia terlihat lebih aktif, segar dan bugar. Nah sejak itulah kemudian diselidiki bahwa buah yang berbentuk seperti cherry itu adalah buah kopi dan diambil sampelnya untuk dilakukan sebuah penelitian dan akhirnya ditemukanlah kopi sebagai minuman penambah semangat dan aktivitas yang sudah popular saat ini. Kopi Ethiopia tersebut memiliki karakter biji kopi yang baik dan sudah terkenal.

 

Raka menjelaskan bahwa kopi pada umumnya ada 2 jenis yaitu Robusta dan Arabika. Tapi kemudian ada lagi 2 buah jenis yang ditemukan yaitu Luberika dan Exelca. Penjelasannya sebagai berikut:

 

  1. Kopi Arabika merupakan kopi tradisional yang rasanya paling enak menurut para penikmat kopi. Biji kopinya berukuran lebih kecil dari biji kopi Robusta, serta kandungan kafeinnya lebih rendah dari kopi Robusta. Rasa dan aromanya yang lebih  enak dan tentunya lebih mahal.
  2. Kandungan kafein pada kopi Robusta lebih tinggi dari kopi arabika. Ukuran biji Kopi Robusta lebih besar, oval,tinggi kafein dan aromanya kurang harum.
  3. Kopi Liberika produknya masih sangat sedikit. Kopi Liberika berasal dari Liberia, Afrika Barat. Karakteristiknya yaitu biji kopinya berukuran lebih besar dari kopi robusta dan arabika, berbuah sepanjang tahun, kualitas buahnya rendah, ukurannya tidak merata dan tumbuhnya di dataran rendah.
  4. Kopi Exelsa juga masih sedikit dan belum dipasarkan secara meluas karena jenis kopi ini masih dalam proses penelitian lebih lanjut.

Kandungan Kafein di dalam kopi tidak berefek pada genre tapi berefek pada umur manusia. Semakin umur kita tua makan akan semakin alergi terhadap kafein. Karena kafein di dalam kopi yang kita minum akan berpengaruh terhadap stimulan otak. Lebih baik jika kita sudah berumur kurangilah mengkonsumsi kopi dari sebelumnya. Cukuplah mengkonsumsi kopi sebanyak 300 mg atau setara dengan 2 gelas cangkir kopi dalam sehari. Kalau kita kelebihan kafein maka akan banyak efek yang dirasakan seperti perut kembung, mual, pusing, deg-degan dan lainnya. Nah, kalau sudah mengalami efek seperti itu, maka pencegahannya adalah minum air sebanyak 2 (dua) gelas atau makan buah pisang. Bagi yang suka sekali dengan kopi, sebaiknya minumlah kopi jenis Arabika dengan kandungan kafein yang rendah. Sebab kalau kita minum yang jenis Robusta dengan kandungan kafein sebanyak dua kali lipat, sangat tidak baik karena kafeinnya berpengaruh terhadap otak dan bisa merangsang berpikir lebih lama dan panjang lagi.

 

Berdasarkan penelitian dokter baru-baru ini, Bila kafein dikonsumsi oleh ibu hamil sebaiknya mengkonsumsi kopi bila janin sudah berumur 7 bulan ke atas sebab kandungan kafein yang sudah masuk ke dalam tubuh tidak akan bisa dihalangi oleh apapun. Kafein tersebut akan masuk ke  plasenta dan langsung tembus masuk ke janin. Hal tersebut sangatlah tidak bagus.Maka bila terbiasa mengkonsumsi ketika kandungan kurang dari 7 bulan, janin akan menjadi lebih hiperaktif seperti kondisi anak-anak sekarang ini. Tetapi jika kopi dikonsumsi oleh ibu hamil yang kandungannya berumur di atas 7 bulan, maka kopi bisa menjadi pengemulasi jaringan keluar dari si bayi.

Kopi memiliki kadar kafein yang tinggi. Selain kopi, minuman yang juga memiliki kandungan kafein adalah teh, softdrink, dan cokelat. Justru teh memilki kadar kafein sebanyak 2 kali lebih tinggi dari kopi. 

Kopi akan menyehatkan apabila cara meracik dan meminumnya dengan cara yang benar yaitu janganlah minum kopi bersama dengan ampasnya karena ampas kopi tidak baik untuk kesehatan. Sebaiknya sebelum disajikan untuk diminum ampasnya disaring terlebih dahulu. Mengapa? Ya karena ampas kopi ini kandungan kafeinnya sangat banyak jadi kurang baik untuk kesehatan. Kopi juga bisa diperuntukan bagi yang mempunyai program diet, asalkan ketika mengkonsumsinya tidak perlu memakai gula dan krimer. Tapi cukup meminum kopi murni tanpa tambahan apapun. Kopi murni ini hanya mengandung 2 kalori saja. Jadi silahkan dicoba ya program diet dengan kopinya. 

 

Kopi memiliki banyak fungsi diantaranya yaitu mengobati dan mencegah penyakit hepatitis, diabetes, kelenjar dan Alzheimer. Tapi kopi sangat tidak disarankan diminum oleh ibu hamil dan yang mempunyai penyakit asam lambung dan hipertensi. Kopi juga bisa diberikan kepada anak yang pasif dan tidak aktif. Caranya cukup dengan memberikannya kopi sebanyak 7-10 ml saja, maka beberapa saat kemudian anak tersebut akan terlihat aktif kembali. Perlu diingat lagi bahwa kopi disarankan tidak dicampur dengan buah-buahan.

Kopi bisa  mempunyai rasa yang bisa berbeda-beda. Hal ini bisa terlihat apabila kita menanam kopi, kemudian di sekelilingnya ditanami tanaman lain atau buah-buahan seperti mangga, alpukat, durian, jeruk dan lainnya. Maka kopi tersebut  akan mengabsurb /menyerap rasa dari tanaman yang ditanam di sekelilingnya, misalnya bila kita menamampohon mangga di sekeliling tanaman kopi, nantinya kopi yang dipanen tersebut akan mempunyai rasa mangga ketika diracik. Itulah keunikan dari kopi yang selama ini belum saya ketahui.

 

Seni Membuat Latte Art Coffee

 

Kopi tak lagi mengenal genre, hampir semua laki-laki dan wanita menyukainya. Entahlah.. sepertinya minuman yang satu ini memberikan kepuasan tersendiri bagi penikmatnya. Apalagi aromanya yang sangat harum dan nikmat. Kopi bukan lagi sebagai teman ketika begadang tapi kopi bisa juga menjadi gaya hidup atau life style.

 

Dalam pemaparannya, Raka Aji pun kemudian menjelaskan bagaimana membuat sebuah seni dalam kopi yang sering disebut sebagai Latte Art. Yap, Latte Art adalah seni meracik dan menyajikan kopi dengan menggunakan bentuk-bentuk yang unik dan lucu. 

Demo Latte Art oleh Raka Aji

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam membuat Latte Art ada 2 cara yang digunakan yaitu secara manual dan menggunakan mesin. Menurut Raka, dalam membuat Latte Art, lebih menantang dan mengasyikkan adalah dengan menual yaitu meracik sendiri tanpa menggunakan alat/mesin. Semacam ada seninya sendiri lah, ketika kita meracik dan mengkreasikan sendiri pembuatan kopi. Walaupun memang ada sebuah mesin khusus yang dirancang untuk membuat Latte Art tersebut.  Ketika membuat Latte Artseringkali niat dengan hasilnya berbeda. Misalnya awalnya ingin membuat bentuk bunga, malah hasilnya menjadi abstrak atau lainnya. Nah.. terkadang nih, hasil yang abstrak itu harganya lebih mahal lo. Sudah kayak seni lukis saja ya. Yah..namanya saja Art”, semain abstrak akan semakin mahal dong.

 

 Dalam pembuatan secara manual, ada 2 teknik yang digunakan, yaitu:

 

1. Free Pour Latte Art. Teknik ini dilakukan dengan cara menuangkan latte ke dalam canggir perlahan-lahan dari ujung canggir hingga kemudian menyebar ke ujung yang lainnya. Setelah itu akan muncul bentuk kerucut dan langsung tarik lagi ke tempat awal. Sehingga terbentuklah bentuk yang indah dan memikat. Caranya cukup sederhana dan hasilnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini. Cantik bukan?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Etching. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan sebuah stik yang ujungnya tajam. Bisa saja menggunakan lidi atau tusuk gigi. Setiap kali menggoreskan stik ke dalam foam, sebaiknya stik tetap dalam keadaaan bersih agar bentuknya lebih sempurna.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ada lagi teknik 3D, seperti berikut ini:

Teknik 3D latte Art

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk membuat Latte Art ini tentunya ada beberapa alat yang digunakan, seperti:

 

1. Mesin espresso. Mesin ini digunakan untuk mencairkan/memeras kopi dan menghasilkan sari espressonya. Alat ini menggunakan power listrik dan dalam menggunakannya cukup meletakkan kapsul espreeso ke dalam kap mesin. Lalu pasang kap mesin di tempatnya beserta cangkir di bawah kap yang diletakkan tadi. Setelah itu baru tekan power. Tunggulah 10-15 detik maka sari espressonya akan mengucur ke cangkir. Mesin espresso mudah dibawa kemana-mana karena bentuknya yang home use.

Mesin pemeras kopi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Kapsul espresso. Kapsul ini sudah tersedia dengan tempatnya. Kapsul espresso  ini memiliki berat 6.9 gram dan semua kapsul beratnya sama. Kapsul espresso dengan kap mesinnya tidak bisa digonta ganti karena bentuknya sudah sesuai dengan kap mesin, jadi tidak bisa digonta-ganti dengan bentuk kapsul yang lain. Air yang digunakan adalah sebanyak  25-30 ml untuk sekali meracik. Kapsul juga hanya digunakan sekali buat saja. Espresso adalah kopi yang dibuat secara ekspress, dan merupakan sari dari kopi. Jika ingin mengetahui apakah kopi yang kita minum enak rasanya, cukuplah minum espressonya terlebih dahulu. Kalau rasa espressonya enak, maka sudah jelas rasa turunannya akan enak juga. Begitu juga sebaliknya.

Alat-alat membuat latte art

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Teko tempat latte yang memiliki ujung yang lancip untuk memudahkan dalam menuang kopi dengan teknik Latte Art.

 Teko tempat latte

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Stik berujung lancip. Bisa juga menggunakan lidi atau tusuk gigi. Stik ini digunakan pada teknik etching yaitu untuk membentuk foam baik colat atau airup yang dipasang di atas kopi.

5. Cangkir yang digunakan untuk meletakkan hasil dari perasan kopi espresso.

6. Latte untuk foamnya. Latte atau susu yang digunakan di Convivium Cafe Deli ini adalah susu Greenfield. Selain susu , untuk toppingnya bisa juga menggunakan sirup atau cokelat.

Susu Grenfield

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah para peserta sunday sharing mengetahui alat dan teknik dalam membuat Latte Art, selanjutnya Raka Aji dan Arief Budiman mempraktekkan cara membuat Latte Art. Melihat cara mereka memperagakan pembuatan Latte Art, kami semua terkagum-kagum. Kok bisa ya? Ya bisa lah. Mereka kan sudah terlatih lo. Nah, maka dari itu untuk membuat Latte Art ini perlu banyak latihan dan sering diulang-ulang sehingga hasilnya bagus. 

 

Selanjutnya dalam membuat Latte Art, untuk foamnya yang dituang kondisinya jangan terlalu panas atau terlalu dingin, cukup suam-suam kuku saja. Sehingga hasil yang didapat bentuknya bagus dan terbentuk. Itu sih kata Mas Raka Aji ketika demo Latte Art.

 

Setelah demo dilakukan oleh para Barista yang kece dan keren tersebut, kemudian dua orang peserta Sunday Sharing diminta secara sukarela untuk ikut memperagakan cara membuat Latte Art. Dan hasilnya bagus juga lo. Hebat ya.

Hasil latte art peserta SS 20

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menu Open Rice

Menjelang akhir acara, pihak Convivium menyajikan makanan ringan bagi para peserta Sunday Sharing, persembahan dari Open Rice. Makanannya terlihat sangat enak dan nikmat. Saya ngiler sekali ingin mencicipi makanan tersebut. Dan benar saja, hmmm maknyus deh rasanya. Ini dia sajian makanan ringan yang disajikan:

1. Tagliere di Crostini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Arancini (gambar di no 3)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Funghi Fuitto Ripieni

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Spicy Meatball

Spicy meatball

 

 

 

 

 

 

 

5. Carrot Cake

Carrot Cake

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari kelima makanan ringan tersebut yang paling saya suka adalah spicy meat ball yang rasanya agak pedas-pedas gimana gitu. Nikmat sekali. Dalam sekejap semua makanan sudah ludes dihabiskan oleh para peserta. Ternyata mereka doyan ya. Saya juga doyan. Hehehe.

Sebagai penutup acara, pihak Blogdetik memberikan goodie bag untuk ketua kelas dan wakil ketua kelas Sunday Sharing 20, serta goodie bag kepada pihak Convivium Cafe Deli.

 

Pemberian suvenir kepada 2 peserta yang bisa membuat Latte art

 

 

 

 

 

 

 

Selanjutnya dipilih lagi ketua kelas dan wakil ketua kelas untuk Sunday Sharing yang ke-21 di bulan mendatang. Di akhir acara, para peserta SS 20 diberikan juga goodie bag oleh pihak Convivium Cafe Deli. Kami semua sangat senang dan gembira. Selain dapat ilmu gratis, dapat makanan gratis pula ya. Wahh.. sekali menyelam dua pulau terlampui. Betul tidak? Hehehe.

 

Ini dia ketua dan ketua kelas untuk SS 21

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai kenang-kenangan dan biar bisa diabadikan, kami semua melakukan sesi foto bersama dan berakhirlah sudah acara SS 20 kali ini. Sampai jumpa lagi di SS 21 ya…. Diharapkan acara SS di luar kantor tidak hanya sekali ini saja, tapi kalau bisa di acara selanjutnya. Bye..bye.

 

 

 

 


TAGS   #barista / #kopi / #convivium / #sundaysharing20 #coffeetalk /


Author

blogger yang suka seni

Recent Post

Recent Comments

Archive