Kata dalam Pena

Cahaya Jiwa

27 May 2011 - 14:15 WIB

Buka-buka file lama, ternyata aku menemukan sebuah puisi yang aku ikutkan lomba di www.kabarindonesia.com tahun 2010 kemaren. Setelah aku baca lagi, aku jadi terharu nih. (lebay deh). Puisiku melow sekali. Aku jadi teringat untuk siapa aku buat puisi ini dulu. Sebenarnya bukan untuk siapa sih, hanya saja muncul ide begitu saja, sehingga mucullah kata-kata yang sok puitis ini. entah puitis atau tidak, dibaca saja sudah cukup bagiku. Tapi sayang, aku tidak menang lombanya. tapi tidak apa-apa lah, yang penting sudah mengeluarkan curhatan yang ingin ditumpahkan. hehehe.

Inilah puisi yang aku buat waktu ini. Di blog ini juga banyak puisi-puisi lain yang bisa kalian baca.

Cahaya Jiwa

***Teruntuk seseorang yang kukagumi

slide18

Kulihat semburat cahaya disana

Kilaunya menyentuh wajahku

Kulihat wajah bening itu

Jernih……

Sejernih pancaran mata air

Menerpa setiap detak jantungku

Merasuki relung-relung hati dan jiwaku

Aku benar-benar terpesona

Kudekati cahaya itu

Kumelangkah penuh makna

Jantungku berdetak tak menentu

Namun tak mampu menghentikan langkahku

Kutatap wajah itu

Oh….wajah itu…

Pesonamu menyentuh jiwaku

Kudekati lagi

Semakin kudekati

Namun…sehelai tirai menghalangi

Suram…..

Kabur dan gelap…….

Oh wajah itu…

Hilang….

Lenyap…..

Tak dapat kulihat lagi

Kuhanya bisa menatap dalam kejauhan

Kuhanya ingin melihat wajah itu lagi

Ku hanya ingin menyapanya

Ku hanya ingin mengatakan

Kaulah cahaya jiwaku yang terindah


TAGS   indah / hati / jiwa / cahaya /


Author

blogger yang suka seni

Recent Post

Recent Comments

Archive