Kata dalam Pena

Riak Rindu

15 Oct 2011 - 09:49 WIB

Pagi yang membahana jiwa. Menelusuri celah-celah nadi yang bergerak lembut. Menikmati senyuman mentari yang tak pernah redam. Kulihat terangnya yang menyejukkan dan menentramkan.

Kulebur satu-satu setiap riak rindu yang terpendam. Sambil kutatap wajahmu di sana. Walaupun terhalang tabir yang gelap. Walaupun terpisah jarak yang berliku. Aku tahu kau juga sedang menatapku disana. Aku tahu hati kita terbelah. Hanya saja masih ada ruang-ruang kosong tak berisi.

Pagi ini mentari masih tersenyum padaku. Apakah ia juga tersenyum padamu. Pastikan senyumnya menyatukan riak-riak rindu kita…


TAGS   puisi /


Author

blogger yang suka seni

Recent Post

Recent Comments

Archive