…Wall Story…

Lifes, Loves and Futures

Untuk Calon Imam yang Tampan

Posted in beautiful diary with tags , , on 20 April 2012 by funnie

Untukmu calon imamku yang tampan,

Mungkin engkau bingung, mengapa aku tuliskan surat ini untukmu. Bahkan aku sendiri pun bingung, mengapa aku ingin menulis surat ini untukmu. Tapi biarlah, kita sama-sama mencari kebingungan itu bersama-sama. Sebelumnya, baca dulu suratku ini.

Wahai calon imamku yang tampan,
Aku tidak mau berkata banyak. Saat ini mungkin aku telah menemukanmu. Kau pun juga telah menemukanku. Semua itu bukan karena kita, tetapi karena Allah lah yang mempertemukan kita disaat yang tepat. Jujur aku akui, aku mencintaimu dan menyayangimu dengan ikhlas dan sederhana, semua karena Allah. Tanpa campur tanganNya, mustahillah pertemuan ini akan terjadi. Semua itu atas kehendakNya. Segala peristiwa demi peristiwa yang telah terjadi sudah menjadi konsep ceritaNya yang telah Dia tuangkan dalam bukuNya sehingga menjadi sebuah cerita dimana kau dan akulah yang menjadi lakonnya. Maka ingatlah selalu “Kun fayakun”, maka jadilah engkau”

Wahai calon imamku yang tampan,
Aku tahu kau bukan laki-laki yang sempurna.Kau tidak sekaya Nabi Sulaiman, kau tidak setampan Nabi Yusuf, kaupun tidak setaqwa Nabi Muhammad. Tapi setidaknya bagiku, kau mau belajar untuk menyempurnakan dirimu seperti mereka. Kekayaan dan ketampanan fisik bukanlah masalah bagiku. Yang terpenting adalah kekayaan dan ketampanan hatimu dan imanmu. Jika itu sudah terpenuhi, ????????????????? dirimu terasa sempurna bagiku dan agamaku.

Wahai calon imanku yang tampan,
Betapa damai dan tenteram hati ini, ketika melihatmu menyentuhkan dahimu di atas sajadah dan bersujud di hadapanNya. Ketika pula melihatmu menengadahkan tanganmu yang kekar sembari mengucapkan ribuan doa kepadaNya. Ketika melihatmu melantunkan ayat-ayat suciNya dengan suara yang merdu dan syahdu. Ah, subhanallah walhamdulillah. Aku tersenyum jikalau itu adalah dirimu.

Wahai calon imanku yang tampan,
Mungkin saat ini, aku yang selalu mengajakmu untuk berbuat kebaikan, mungkin aku yang selalu mengajakmu untuk menyempurnakan imanmu. Dan mungkin aku yang selalu dan berulang kali mengingatkanmu akan hal itu. Walaupun aku tahu, diriku juga bukan wanita sempurna seperti yang kau lihat saat ini. Maka dari itu, marilah kita sama-sama belajar untuk menyempurnakan iman kita. Kita belajar menapaki ajaranNya di jalan yang benar secara bersama-sama untuk meraih ridhoNya yang tak terhingga itu. Aku yakin kita pasti bisa melaluinya bersama-sama.

Wahai calon imanku yang tampan,
Yakinlah, jika namamu yang tertulis di Lauhul mahfudz untukku, begitu pun juga sebaliknya, insyaalah kita akan bersama selamanya dalam kehidupan yang abadi dunia dan akhirat karena-Nya. Aku percaya kau berusaha mensholehkan dirimu & menyempurnakan imanmu, begitupun juga diriku, agar suatu saat kamu dan aku pantas saling mendampingi di dunia dan akhirat serta kau pantas menjadi imam yang baik bagi tulang rusukku. Itu sudah cukup bagiku.

Awalnya tidak banyak kata yang ingin kuucap, tapi ternyata banyak kata yang kutulis. Tapi kau pasti tahu benang merahnya. Dan aku tak ingin kau hanya membacanya saja. Tetapi kau menyegerakannya. Aku percaya padamu wahai calon imamku yang tampan.

Kau akan selalu tampan dan tampan bagiku, jikalau kau menampankan hati dan imanmu.
Salam rinduku untukmu.

Calon makmummu yang cantik.

CINTA ITU NANO-NANO BERLAPISKAN KETULUSAN DAN PENGHARGAAN

Posted in beautiful diary with tags , , on 22 Februari 2012 by funnie

Cinta tidak hanya dirasakan oleh manusia, tapi cinta juga bisa dirasakan oleh hewan maupun tumbuhan. Karena semua ciptaan Tuhan itu diciptakan oleh Sang Maha Pencipta dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang. Maka dari itu, cinta itu sangat universal. Tapi dalam pembicaraan kali ini, saya hanya akan membahas perasaan cinta antara sepasang manusia yang berbeda kelamin yaitu laki-laki dan wanita.

Berbicara tentang cinta dua anak manusia adalah suatu hal yang sangat indah dan menarik untuk dibahas. Karena cinta adalah perasaan yang timbul dari lubuk hati yang terdalam. Bahkan menembus relung-relung jiwa yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah cinta begitu sulit untuk mengungkapkannya.

Bila kita berbicara bagaimana rasanya cinta, banyak sekali yang bisa diungkapkan. Banyak yang mengatakan rasanya cinta itu seperti nano-nano, ibarat ada rasa pahit, asam, asin dan manis. Dalam cinta terkadang ada kebahagiaan yang dirasa, terkadang ada kesedihan, kemarahan, kebosanan, kebencian, kebersamaan, kekompakan, pertengkaran dan lainnya. Dalam sebuah hubungan yang dilandaskan cinta, pasti hal tersebut selalu terjadi. Namun tidak hanya itu saja yang dirasakan dalam cinta. Karena yang utama dalam cinta adalah rasa tulus dan menghargai pasangan yang kita cintai.

Dari rasa tulus itu kita benar- benar bisa menerima kondisi pasangan kita apa adanya, baik kelemahan maupun kelebihan yang dimiliki pasangan. Karena rasa tulus itu nantinya akan abadi, tak memerlukan balasan yang lebih. Bila kita benar-benar tulus mencintai seseorang, kita akan rela berbuat apa saja untuk orang tersebut, rela berkorban untuk melakukan yang terbaik bagi orang yang dicintainya. Rasa tulus muncul dari dalam hati, secantik/seganteng maupun sejelek apapun orang yang kita cintai, dengan rasa tulus, hal tersebut tak lagi menjadi prioritas utama. Begitu juga sekaya maupun semiskin apapun. Itulah cinta, sebuah rasa ketulusan yang dirasakan tanpa ada suatu ukuran/takaran yang pasti.

Rasa tulus dapat dicontohkan, misalnya bila kita mencintai seseorang, maka dikala sakit, kita berupaya membuatnya tersenyum dan selalu berdoa untuk kesembuhannya, bahkan selalu ingin ada di sampingnya, menemaninya sampai benar- benar sembuh, rela begadang dan tidak tidur untuk menjaga kondisinya apakah baik-baik saja atau tidak. Dikala senang, kita akan selalu membuatnya tertawa, merasakan kesenangan yang dirasakannya bersama-sama. Dikala terjadi pertengkaran atau bahkan kebencian, kita dengan tulus berusaha untuk menenangkan dan mengalah terhadap pasangan. Membuatnya tersenyum kepada kita lagi dengan berbagai hal yang bisa membuatnya luluh dari kemarahan.

Selain rasa tulus yang terdalam, cinta itu rasanya seperti sebuah penghargaan. Rasa untuk dihargai dan menghargai bagaimana kondisi pasangan masing-masing. Dengan hal tersebut, kita benar- benar memahami bagaimana kita mencintai dan dicintai. Ada rasa dihargai, bahwa kita sebagai pasangan yang benar-benar mendapatkan tempat dihati pasangannya, yaitu tempat yang special dan teristimewa dihatinya. Kita juga mendapatkan penghargaan dari apa yang telah kita lakukan untuk pasangan kita. Penghargaan tersebut pun tak dapat dinilai dengan mata uang, namun hanya dinilai dengan sebuah perhatian dan pemahaman dari masing-masing pasangan.

Rasa menghargai yang kita rasakan, misalnya bila pasangan kita hanya memiliki pekerjaan dengan gaji yang tidak terlalu tinggi, kita akan menghargai apa yang dia punya, dengan tidak ada keluhan-keluhan atau komentar-komentar yang tidak enak didengar. Berarti kita menghargai apa dan bagaimana kondisi dia saat ini bila bersama dengan kita. Kita menerima dengan sepenuh hati, apa yang dimiliki atau bahkan tidak dimiliki oleh pasangan kita. Dengan begitu kita bisa saling memahami satu sama lain.

Maka dari itu cinta itu berjuta rasanya. Terkadang indah dan terkadang buruk. Semua itu berjalan seiring dengan waktu dimana kita saling memahami satu sama lain. Namun dengan cinta yang dipenuhi rasa tulus dan penghargaan, cinta yang berjuta rasanya itu akan berjalan dengan lurus walaupun banyak sekali hal-hal baik manis maupun pahit, asin dan asam dalam perjalanan cinta yang dirasakannya. Itulah nano-nano cinta berlapiskan ketulusan dan juga rasa dihargai/menghargai.

Surat Cinta Untuk Kota, ‘Kamu adalah Ruang Rinduku’

Posted in beautiful diary with tags , , on 24 Januari 2012 by funnie

Sudah sekian tahun aku meninggalkanmu. Lebih tepatnya 10 tahun yang lalu. Kau masih terlihat biasa saja kala ku belum meninggalkanmu. Kau dengan ruang kota yang kecil, begitu melekat di hatiku. Kau tak pernah tergantikan dengan yang lain. Karena kau lah kampung halamanku. Tempat dimana aku dilahirkan oleh seorang bidadari tercantik dan terbaik di kota ini. Seorang bidadari mulia yang pertama kali ada dalam hidupku. Dialah ibuku. Tempat dimana pula, pertama kali aku bertemu seorang bidadara yang begitu tampan dan bijaksana di kota ini. Bidadara pertama dalam hidupku yang kini telah pergi ke surga meninggalkanku sendiri disini. Bidadara itu adalah ayahku. Mereka berdua adalah sepasang bidadari yang kau ciptakan untukku.

Masih teringat olehku, pertama kali aku beranjak pergi meninggalkanmu kala itu. Demi cita-cita untuk melanjutkan pendidikanku ke jenjang yang lebih tinggi setelah lulus SMA. Aku berpaling darimu, ke tempat yang jauh lebih baik. Bukan aku bermaksud meremehkanmu. Bukan aku bermaksud menduakanmu. Bukan pula aku bermaksud menyepelekanmu. Aku tahu kau memiliki universitas yang cukup bagus untuk menampung generasi-generasi muda sepertiku untuk meraih pendidikan yang tinggi. Kau memiliki pendidik dan pengajar yang genius untuk mendidik generasi muda sepertiku menjadi manusia terpelajar dan sukses. Aku tahu banyak anak didikmu sukses dan berhasil dalam hidupnya setelah lulus dari salah satu universitas di tempatmu. Aku tahu bahwa kau juga memiliki generasi-generasi muda jenius yang nantinya mampu membangunmu menjadi kota yang lebih baik, maju dan tak kalah dengan kota-kota yang lain. Mungkin salah satu generasi jenius itu adalah aku. Ya….tak usah kau ragu. Aku yakin kau pasti tak kan rela melepas kepergianku kan? Jujurlah saja padaku. Jangan kau simpan sedihmu karenaku. Ah…mungkin aku terlalu sombong, tapi aku tak bermaksud begitu. Toh…tetap saja kau slalu ada di hatiku. Tak kan tergantikan.

Kala perpisahan itu aku tak pergi begitu jauh darimu. Tapi masih dalam satu propinsi kan. Aku pun masih sering mengunjungimu. Masih sering bertandang kerumahmu. Meskipun itu hanya seminggu sekali, dua minggu sekali atau bahkan sebulan sekali. Aku masih mengingatmu dikala waktu senggangku ada. Bukannya aku sudah katakan, kau masih slalu ada di hatiku. Tak hanya kamu, satu- satunya yang masih membuatku merindukanmu yaitu dua bidadari cantik dan tampan yang masih betah menetap di tempatmu. Keduanya adalah manusia mulia yang sampai detik ini telah membuatku menjadi manusia yang terdidik. Merekalah ayah dan ibuku. Ya… Kau pasti tahu, kalau aku tak berkunjung ke tempatmu, mereka pasti akan merindukanku. Pastinya kamu juga kan? Mengakulah… Tak usah kau malu.

Tapi sekarang sudah setahun aku benar- benar jauh darimu. Perjalananku menempuh pendidikan sudah berakhir. Dan aku sekarang sudah bergelar sarjana. Seorang sarjana yang mungkin satu-satunya yang kau rindukan saat ini. Ah..aku terlalu lebay ya… Hihihi… Mungkin kau tersenyum mendengar ucapanku. Karena aku tahu, senyummu tak pernah lepas dari ingatanku.

Kini aku benar-benar pergi jauh. Aku merantau sendiri demi mencari nafkah untuk diriku sendiri. Aku bertekad dan aku berjuang tak hanya demi kamu tapi demi kedua bidadariku di kotamu. Kau tahu, awalnya berat untuk benar-benar lepas darimu. Kita tak lagi satu propinsi. Kita tak lagi berjarak kurang dari 100 km. Tapi kita sudah benar-benar jauh dan beda propinsi. Bahkan jarak kita bila memakai kendaraan darat bisa memakan waktu selama 2 hari 2 malam. Jauh sekali kan? Jarak tempuh yang cukup lama dan pastinya menjenuhkan. Tapi bila memakai kendaraan udara, mungkin waktunya yang cepat hanya 1 jam saja, aku dan kamu sudah bisa cepat bertemu dan melepas kerinduan. Mungkin kita tak lagi sering bertemu seminggu atau dua minggu sekali. Tapi kita nantinya akan jarang bertemu. Hanya satu kali setahun saja, kita bisa bertemu. Lama sekali kan? Ah…. Betapa penuh perjuangan untuk bertemu denganmu. Betapa aku harus berkorban waktu, tenaga dan harta untuk berjumpa denganmu. Tapi, semua aku ikhlaskan, aku rela karena aku mencintaimu.

Kau masih disana, tak beranjak kemana-mana. Bahkan kau sudah mulai banyak perkembangan. Ruang kotamu mulai padat penduduk. Wajah-wajahmu mulai penuh dengan bangunan-bangunan baru dan mulai beranjak modern. Dan yang lebih pesat lagi, mulai banyak bermunculan perumahan-perumahan yang memakai lahan dan sawah-sawah yang dulunya masih terhampar padi menghijau. Tak hanya pesat di bidang pembangunan. Kau pun berkembang di bidang teknologi. Mulai banyak bermunculan warnet-warnet dan tempat rental PS yang ramai oleh para pemuda pemudi dan mahasiswa bahkan tak hanya mereka, para orang tua pun ikut meramaikannya. Ah…baru beberapa tahun kita berpisah, ternyata kau benar-benar tumbuh pesat. Aku kagum padamu. Nah…apa kataku kan… Manusia-manusia di kotamu itu adalah para jenius. Buktinya kau kini sudah berubah, semua karena mereka. Tak lagi jadul seperti dulu. Tak lagi kuno seperti dulu. Kau kini terlihat modern.

Aku masih kagum padamu. Dan akan selalu kagum padamu. Kau punya prinsip dengan sebuah slogan yang selalu kau camkan di setiap gerbang kehidupan termasuk manusia-manusia yang menghuni ruang-ruangmu. Slogan itu adalah ” Gerbang Salam” yang artinya gerakan pembangunan masyarakat islami, tidak hanya dari segi pembangunan saja yang islami, tetapi juga termasuk, manusianya. Kau terapkan slogan itu disetiap sudut ruangmu. Semua manusia yang menghunimu, khususnya yang beragama Islam, diwajibkan memakai busana muslimah dengan jilbabnya. Bahkan hal tersebut kau terapkan di setiap tempat baik pemerintahan maupun sekolah. Namun apa yang kau terapkan tetap memperhatikan toleransi dengan agama lain. Kau tahu, aku benar-benar salut padamu. Aku bangga padamu.

Ah…..sebenarnya, dari lubuk hatiku yang terdalam hingga saat ini, aku ingin sekali kembali padamu. Kembali kedalam pelukanmu. Memandangmu dari segala arah. Mengecupmu dengan lembut di setiap pagiku, sambil kuhembuskan nafas baru di hamparan sawah. Namun, saat ini Tuhan masih belum mengizinkan doaku. Tuhan masih belum memberikan restu untukku, meskipun aku sudah berkali- kali berusaha dan mencari jalan, agar aku bisa kembali ke pelukanmu yang hangat. Mungkin bukan saat ini. Tapi mungkin suatu hari, akan ada jalan itu. Tuhan pasti tahu apa yang terbaik bagi kita. Dan pastinya semuanya akan berakhir dengan indah.

Aku pernah bermimpi dan membuai, jika aku bisa dipertemukan dengan sepasang belahan jiwaku di dirimu. Dengannya aku bisa hidup damai diantaramu. Aku bisa kembali memelukmu dan mengecupmu dengan hangat bersama dengan belahan jiwaku. Dan kita akan selalu setia menemanimu sampai ajal menjemput kita. Itulah mimpiku. Aku harap kau bisa mendukung impianku itu. Tapi, jika ternyata, jalan cerita yang terjadi diantara kita adalah sebaliknya, dimana aku tak bisa kembali padamu seutuhnya, karena di tempat yang jauhnya bermil-mil ini ternyata aku telah menemukan belahan jiwaku di tempat yang lain, janganlah kamu bersedih. Janganlah kamu cemburu. Janganlah kamu melupakan aku. Aku pun begitu padamu. Pastinya kau tak akan tergantikan di mataku. Kau adalah belahan jiwaku yang terangkai bersama belahan jiwaku yang sebenarnya. Karena kau adalah hati yang tak akan pernah terlepas sekalipun.

Kumohon, doakan aku selalu, agar aku bisa menjalani hidup di tempat yang jauh darimu ini dengan lancar, mudah dan selalu diridhoi Allah. Aku hanya bisa mengucapkan sepatah kata untukmu, ” Aku Mencintaimu dan Aku sangat merindukanmu. Tunggulah aku disana, hingga kubisa memelukmu dengan hangat bersama dengan belahan jiwaku yang sebenarnya”. Kuharap kau pun juga begitu ya.

Satu pesan lagi untukmu, “Janganlah nakal dan tetaplah menjadi tempat yang terbaik untukku dan untuk manusia-manusia yang ada di sekitarmu. Damailah selalu dan kecup keningku untukmu.

Dari
Sang pemuja ruangmu

NB: kupersembahkan dan kukirimkan surat cinta ini untuk kotaku tercinta, Pamekasan, Madura.

Kau Pohonku, Aku Akarmu

Posted in beautiful diary with tags , on 23 Januari 2012 by funnie

Disela rintik hujan yang mengiringi kita. Kau datang tiba-tiba, berhembus lembut bagaikan angin yang menerpa wajahku. Tiba-tiba pula kau mengusikku dengan kehadiranmu. Semua tentangmu serba tiba-tiba. Kau pun tak hanya membuatku terusik, tapi juga menggangguku sangat.

Kau layaknya pohon yang rapuh. Daunmu kering dan layu. Tak lagi hijau namun menguning. Batangmu pun rapuh dan hampir patah sedikit demi sedikit. Akarmu tak lagi bisa menjangkau dimana air yang kau butuhkan berada. Tak ada gairah untukmu hidup. Kau yang sedang kehausan dan membutuhkan penopang yang kuat untuk mempertahankan hidupmu. Kau begitu memprihatinkan bagiku. Menyedihkan. Aku tak kuasa melihat semua ini. Kondisimu yang tak mampu untukku menatapmu dalam-dalam. Tapi, kuikhlaskan, untuk tetap berada di sampingmu. Karena kau memintaku.

Meskipun kau pohon yang rapuh dan hampir punah. Tapi bagiku kau tetap adalah pohon yang kuat. Kau tetap bisa melindungiku dari rintik hujan oleh daunmu yang rimbun dan lebat. Kau mampu memberikan kesegaran untuk mataku oleh daunmu yang hijau. Kau mampu memberikan sandaran untukku jika ku terlelah dan letih. Kau pun mampu menjadi tempatku menuang segala carut marut pikiranku dengan mengukirnya di batangmu. Dan menjadikan namaku abadi di sana.

Disela rintik hujan itu, aku dibawah naunganmu. Kerapuhanmu membuatku ingin tetap bertahan di sampingmu. Menyemangatimu dalam dera kehidupan yang tak mendukungmu. Memupukmu dalam-dalam dengan kasih sayang agar kau kembali kokoh. Menyirammu dengan nasehat-nasehat dan saran yang kau butuhkan agar dahaga kehausanmu hilang berganti. Menyinarimu dengan cahaya ketulusan dan keikhlasan yang terdalam untuk mencerahkan dan menghijaukan kembali daun-daunmu yang layu dan menguning. Tak hanya itu yang aku lakukan. Karena aku benar-benar ingin menjadi akarmu yang kuat. Sekuat dirimu yang dulu.

Hai pohon. Tahukah kau. Sejak kau memintaku menjadi akarmu. Betapa aku bahagia. Aku senang. Semuanya bercampur baur dalam hatiku. Aku pun tak bisa merasakan dengan hitungan jari tentang rasa yang aku rasakan saat itu. Karena kau yang memintaku.

Hai pohon, kini akulah akarmu yang kuat, yang mampu menopangmu untuk bertahan hidup. Tapi aku bukanlah akar yang sempurna bagimu. Karena kau tahu aku hanyalah sebagian dari tubuhmu. Tapi aku tak akan pernah lepas untuk mengokohkanmu, asalkan kau pun mendukung usahaku.

Hai pohon, akulah akarmu, biarkan aku bertahan denganmu di dalam kehidupan ini. Jangan pernah kau rapuh lagi seperti dulu. Karena kau lah satu-satunya yang menaungiku. Tanpamu pun aku pasti akan rapuh. Tak ingin aku kehilangan dirimu. Bagiku kaulah pohon yang langka. Bagiku pula kau tercipta khusus untukku dan tak ada yang bisa menyamaimu. Meskipun semua pohon itu sama, tapi hanya kau lah satu-satunya yang terbaik. Justru dikala kau rapuh itulah, aku peduli padamu.

Hai pohon, tegaklah kembali. Semangatlah kembali. Menguatlah kembali. Dan menghijaulah kembali. Aku di sampingmu. Permintaanmu aku terima. Ikhlas dan tulus sebagai akarmu yang kan selalu tertanam abadi dengan bagianmu yang lain. Begitupun juga namaku yang telah kau ukir penuh dalam setiap batangmu dan di setiap lembar hijaunya daunmu.

Aku menerima permintaanmu sebagai akarmu dan itulah janjiku, pohonku. Karena kaulah kini pohonku yang kuat kembali.

Dari
Akarmu

Hadiah Terindah Dari Allah

Posted in beautiful diary with tags , , , on 22 Januari 2012 by funnie

Ulang tahun? Siapa sih yang tidak senang kalau hari ulang tahunnya dirayakan. Siapa sih yang berduka kalau di hari ulang tahunnya menerima ribuan ucapan dan hadiah. Pasti diantara kita tidak ingin merasakan kesedihan itu kan? Kita justru sedih, jika orang-orang terdekat kita melupakan hari lahir kita. Melupakan hari kebahagian kita. Tak peduli pada kita. Tidak hanya kalian, aku pun juga pasti akan merasakan kesedihan.

ulang-tahun-fani

Hari lahir adalah hari yang spesial buatku. Hari dimana pertama kalinya aku muncul di dunia dari sebuah rahim ibu dengan diawali tangisan kecilku yang lembut. Hari lahir dimana aku bisa menghirup udara dunia setelah selama 9 bulan berada di dinding rahim ibuku tercinta. Dan di hari lahir itu pulalah aku melihat secara langsung wajah kedua orang tuaku tercinta. Serta hari pertama dimana aku mendengarkan ayat Allah yaitu adzan yang dikumandangkan oleh ayahku ke telingaku yang mungil dan kecil. Itulah pertama kalinya aku mengenal ayat Allah yang begitu indah mengalunr. Semua keluarga tercinta menyambut dengan riang gembira kehadiranku saat itu. Saat itulah nantinya aku akan menjadi khalifah di dunia yang Allah titipkan kepada kedua orang tuaku.

Beranjak dewasa hingga saat ini, hari lahir menjadi pertanda bagiku, bahkan umurku tahun demi tahun bertambah. Tak lagi tangisan kecil lembut yang kulontarkan saat itu, tapi kini sebuah kedewasaan penuh tanggung jawab yang harus tertanam dalam diri yang dirahmati Allah.

Bagi sebagian orang perayaan ulang tahun adalah hal yang wajib. Tapi tidak bagiku. Perayaan ulang tahun adalah suatu peristiwa dimana kita harus mengucap syukur, karena kita masih diberi umur panjang dan kesehatan. Selain itu adalah peristiwa dimana kita perlu berbenah diri menjadi pribadi yang lebih baik seiring dengan umur kita yang bertambah. Walaupun sebenarnya berbenah diri tak harus dilakukan pada hari ulang tahun saja, tapi pada keseharian kita juga.

Teringat olehku, hadiah terindah yang aku terima disaat menjelang detik-detik hari ulang tahunku. Hadiah terindah dari Allah langsung yang tak bisa kurangkai dengan kata-kata dan tak bisa kuungkapkan dengan ekspresi yang berlebihan. Hadiah Allah yang patut aku syukuri dari hati yang terdalam. Bukan sebuah perayaan yang meriah dan mewah. Bukan pula bejibunan bungkusan kado-kado indah berbalut ucapan selamat ulang tahun untukku.

Tepat di bulan Januari, 5 (lima) tahun yang lalu, yaitu di awal- awal bulan, aku menjalani sidang tesis untuk meraih gelar Master. Sebuah gelar yang tak kuduga bisa aku raih. Mungkin inilah gelar pendidikan kebanggaanku saat ini. Karena gelar Master adalah gelar yang aku impi-impikan dari dulu. Ya..lebih tepatnya adalah Master Teknik. Aku menghadapi sidang tesis yang awalnya menegangkan, bikin gugup, khawatir dan keringat dingin, ternyata memperoleh hasil yang memuaskan. Aku dinyatakan lulus Master dengan hasil yang memuaskan. Kebahagian begitu meluap dalam diriku. Kebahagiaan yang kupancarkan dalam hati yang terdalam. Tak hentinya aku bersujud syukur atas hasil yang kuperoleh. Tidak hanya syukur atas bantuan orang-orang tercinta yang membantu proses pembuatan tesisku baik itu kedua orang tuaku, adik-adikku, keluargaku yang lain, teman dan sahabatku, bahkan juga dosen-dosen pembimbingku dan orang-orang yang secara tidak langsung juga ikut andil dalam membantu semua prosesitu, tapi juga syukur yang terbesar untuk Allah Sang Pencipta yang telah mengabulkan doaku. Akhirnya aku mendapatkan gelar itu, dan lebih lengkapnya adalah ST. MT ( Sarjana Teknik. Master Teknik ).

Semua orang mengucapkan selamat untukku. Mereka senang dan bahagia juga, terlebih kedua orang tuaku, karena hadiah ini tidak hanya menjadi hadiah ulang tahunku, tapi juga hadiah untuk kedua orang tuaku yang telah begitu banyak berkorban untukku meraih pendidikan sampai tinggi setinggi langit ketujuh. Seperti kata pepatah, “Kejarlah ilmu setinggi langit” atau “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Betapa ungkapan dan pepatah itu telah memberiku semangat untuk meraih cita-cita yang aku impikan.

Wisuda Masterku, hadiah spesial dari Allah SWT

Wisuda Masterku, hadiah spesial dari Allah SWT

Aku dan teman_teman seperjuanganku dalam meraih gelar Master

Aku dan teman_teman seperjuanganku dalam meraih gelar Master

Bahkan ada satu hal yang aku ingat saat kelulusanku yaitu, ada seorang teman seperjuanganku yang juga menempuh gelar Master tersebut berkata, ” Selamat ya… Allah sudah memberimu hadiah terindah. Setelah kau berjuang mati-matian meraih gelar Master. Itulah hadiah terindah sebagai hadiah ulang tahunmu. Kamu sungguh beruntung.”
Wah… Aku terharu atas ucapannya. Tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan. Saat itupun aku menangis terharu atas apa yang aku dapatkan saat ini.

Dan tepat di hari ulang tahunku yaitu di akhir bulan Januari, aku merayakannya dengan mengadakan syukuran kecil-kecilan hanya dengan keluarga kecilku yaitu Ayah, ibu, dan kedua adikku. Kami pergi ke restoran yang tidak terlalu mahal, hanya sekedar makan bersama keluarga kecil yang menjadi kebanggaanku. Tidak ada perayaan istimewa dengan mengundang banyak orang. Karena aku tak menginginkan hal itu. Cukup dengan syukur dan doa serta kebersamaan bersama keluarga kecilku, aku sudah bahagia bisa merayakan ulang tahunku. Terlebih lagi hadiah spesial berupa kelulusan gelar Masterku yang Allah berikan pada saat itu.
Tak ada kata dan tindakan yang bisa aku ucapkan selain ungkapan terima kasih pada Allah dan keluargaku. Tidak ada kesuksesan tanpa jalan yang berliku.Sejauh kaki melangkah sejauh itu pula aku mencapai tujuanku dengan mudah.

Tidak ada kata lain yang bisa aku ungkapkan lagi. Yang terspesial di hari ulang tahunku adalah saat dimana aku bisa membuat orang terdekatku bahagia dan bangga atas prestasi dan kemajuan yang telah aku raih. Tidak hanya itu, keikhlasan dan kesabaran pun menuntut ku untuk mencapai segalanya dengan penuh barakah.

Tulisan ini diikutsetakan dalam lomba posting di dblogger.

BANNER ESDOGGER

banner

banner

Rangkaian Kata Untuk Yang Semu

Posted in beautiful diary with tags on 22 Januari 2012 by funnie

Hai kau yang semu. Hari itu, aku masih ingat tepatnya pertama kali kita bertemu. Tepatnya pertama kali aku tahu wajahmu. Aku ingat tepatnya tempat dimana kita bertemu. Tepatnya kapan waktu mempertemukan kita. Kau tahu semua itu hanya aku tulis dalam rangkaian puisi di dalam buku diaryku. Ternyata kita hanya bertemu di dalam rangkaian kata-kata puisiku. Wajahmupun hanya kusketsa di sela-sela puisi yang kutulis. Sungguh aku melakukannya atas imajiku.

Beribu rangkaian kata kuciptakan untukmu yang semu. Sesuatu yang kurangkai dalam khayalanku saja. Seperti sebuah ilusi yang tak akan pernah nyata. Kutulis di dalam lembaran-lembaran kertas tak berdosa. Tak kutulis namamu. Karena aku berat untuk menulisnya. Wajahmu saja aku tak tahu, apalagi menuliskan namamu. Namun hanya kutulis bayanganmu di dalam benakku. Mungkin ini hanya sebuah ilusi. Ilusi yang tak kan pernah berakhir. Kau tahu, aku berharap ilusi itu menjadi kenyataan. Yaitu kamu. Kamu yang selama ini hanya tercipta semu dalam rangkaian kata-kata puisiku.

Gila. Ya, aku memang gila. Gila olehmu yang semu. Mungkin ini yang ada dalam pikiranku. Dalam otakku yang hanya terbenam kata kamu. Kamu yang tak berwujud, namun aku tahu suatu saat wujudmu ada di hadirku. Menemuiku dan memelukku dalam kehangatan yang tulus. Memegang erat tanganku dalam ketulusan cintamu. Hingga aku menjadi wanita pinanganmu yang terpilih.

Kamu yang semu, katakan padaku, dimana dirimu berada. Kamu yang absurd, katakan padaku, siapa namamu. Ketahuilah, aku ingin melihat kenyataan dirimu. Aku ingin menghapus tirai-tirai yang menghalangiku untuk melihat nyatanya dirimu. Hari ini juga. Aku tak ingin berlama-lama. Aku berharap kau tak hanya diam disana. Datanglah dan bantulah aku menghapus tirai penghalang itu. Aku memohon padamu.

Kau yang semu. Aku pastikan, sebelum kita bertemu, kau akan menerima surat ini. Serta beribu rangkaian puisi yang kutulis untukmu. Hanya kamu. Kamu ilusiku yang kutulis dalam puisi-puisiku.

Dari:
Penulis puisi-puisimu.

Kau Tak Kan Tahu

Posted in Poetry with tags , on 10 Desember 2011 by funnie

Sulit untuk melupakan dirimu yang sudah terpatri di hatiku.
Sudah kucoba dan kucoba.
Tapi aku tak bisa.
Meskipun diri ini mencoba menjauh.
Mencoba melupakan.
Tapi mengapa dirimu slalu hadir di setiap detik nafasku.

Aku tahu aku hanya bisa mengharapkan bulan untuk kupeluk.
Aku hanya mengharapkan bintang untuk bisa kuraih dan aku hanya bisa mengharapkan langit untuk bisa kugapai.
Harapan hanyalah harapan.
Dan tak mungkin smua itu bisa kurengkuh.

Meskipun dirimu bagaikan bintang yang kutunjuk untuk menyinari relung jiwaku yang suram.
Meskipun dirimu bagaikan bulan yang kupanggil untuk menemani di setiap kesendirian malamku.
Meskipun dirimu adalah langit luas yang kutunjuk sebagai hamparan hatiku yang tercerai berai.
Tapi engkau bukanlah mereka.
Engkau tak pernah menghiraukannya.
Engkau tak pernah memperdulikannya.
Apalah arti diriku bagimu.
Yang hanya mengharapkan sesuatu yang tak bisa kudapatkan.
Meskipun diawal kau memberiku harapan.
Tapi semua itu hanya harapan palsu.
Harapan yang hanya dirikulah yang mengharapkannya.

Kini sekian lama kita menjauh.
Sekian lama kita menjarak.
Entah mengapa aku merindukan sosokmu.
Ingatanku tak pernah hilang tentangmu
Tak pernah tergantikan oleh siapapun.
Mungkin kau tak akan tahu.
Mungkin kau tak akan peduli.

Kau tak akan tahu betapa tersiksanya aku dengan semua ini.
Kau tak akan tahu betapa setiap butiran air mata ini menetes karenamu.
Kau pun tak akan tahu betapa pikiran aku tak pernah hilang memikirkanmu.
Kau tak akan tahu itu.

Biarkan Kumenyuapimu Pagi Ini

Posted in Cerpen, beautiful diary with tags on 20 Oktober 2011 by funnie

Kutatap mata sendu nan lentik yang ada dihadapanku ini. Seorang wanita yang berhati lembut dan keibuan. Wanita yang sabar dan perhatian. Aku bersyukur telah memperistrinya. Karena dialah malaikatku yang sangat aku cintai.

Sambil mengunyah sarapan pagi yang disajikannya dengan penuh kesabaran, dia begitu telaten dan sabar di setiap hari menyajikan makanan kesukaanku. Meskipun kini kanker jahat sedang menggerogoti tubuhnya. Meskipun wajah cantik dan sendunya masih terlihat jelas dibalik senyumannya.
“Papa.. Mengapa menatapku seperti itu daritadi? Ayo cepat makannya, nanti papa terlambat ke kantor lo..” Ucapnya penuh senyuman.

“Papa…kok diam aja nih. Sarapannya tidak enak ya?” Tanyanya padaku.
Kemudian aku tersenyum.” Duduklah di didekatku. Aku ingin menyuapimu pagi ini. Bolehkan sayang?” Rayuku padanya.
“Ih…papa. Seperti anak kecil saja, pake suap-suapan. Kan mama bisa makan sendiri.” Balasnya.

“Ayolah…”Rayuku sambil menarik tangannya dan menyuruhnya duduk di sampingku.

“Duduk saja yang manis ya sayang. Aku ingin memanjakanmu. ” Ucapku.

“Baiklah kalo itu mau papa. Jangan salahkan mama kalau terlambat ya…”Jawabnya.

Kemudian aku menyuapi istriku yang lemah dan sakit-sakitan ini. Betapa aku sangat mencintainya sampai detik ini dan detik berikutnya. Aku tak ingin dia pergi meninggalkan aku untuk selamanya.

Tiba-tiba istriku menatapku, dia memegang dan menyentuh wajahku dengan lembut. Kemudian dia berkata padaku, “Papa..mama terharu atas semua ini. Mama senang. Mama hanya ingin bilang terima kasih Papa. Mama sangat mencintai Papa.” Ucapnya lirih sambil meneteskan air mata.
Segera kupeluk istriku dalam-dalam. ” Tuhan, jangan pisahkan kami.” Ucapku dalam hati.

Riak Rindu

Posted in Poetry with tags on 15 Oktober 2011 by funnie

Pagi yang membahana jiwa. Menelusuri celah-celah nadi yang bergerak lembut. Menikmati senyuman mentari yang tak pernah redam. Kulihat terangnya yang menyejukkan dan menentramkan.

Kulebur satu-satu setiap riak rindu yang terpendam. Sambil kutatap wajahmu di sana. Walaupun terhalang tabir yang gelap. Walaupun terpisah jarak yang berliku. Aku tahu kau juga sedang menatapku disana. Aku tahu hati kita terbelah. Hanya saja masih ada ruang-ruang kosong tak berisi.

Pagi ini mentari masih tersenyum padaku. Apakah ia juga tersenyum padamu. Pastikan senyumnya menyatukan riak-riak rindu kita…

Cerita Indah Untukku

Posted in beautiful diary with tags on 20 Agustus 2011 by funnie

Ketika kerapuhan datang menerpa. Cobaan bertubi-tubi datang menjemput. Namun ketegaran tetap tergenggam. Kekuatan dan kesabaran tetap terengkuh. Takkan pernah terlepas sedikitpun dari rengkuhan.

Namun Tuhan tidak diam. Dia tahu apa yang terjadi. Aku yakin Tuhan merencanakan semuanya dengan pasti. Tuhan tahu skenario hidup yang akan kujalani. Karena dialah sang sutradara. Aku hanya aktor yang siap menjalankan skenario-Nya.

Skrip hidup yang aku jalani, hanyalah rencana hidup dariNya dimana tuhan pasti akan memberikan cerita indah dibalik misteri hidup yang kujalani. Serta cerita manis yang selalu mengiringi hari-hari yang kulalui. Karena aku tahu cerita indah itu, pasti akan datang menjemputku.

Chearss..